213.887 Balita di Kepri Harus Mendapatkan Imunisasi Polio

366
Pesona Indonesia
Ketua TP PKK Kepri Aisyah Sani, memberikan vaksin polio kepada seorang balita di Jalan Ganet KM 12, Selasa (8/3).  foto:humas pemprov
Ketua TP PKK Kepri Aisyah Sani, memberikan vaksin polio kepada seorang balita di Jalan Ganet KM 12, Selasa (8/3). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Pekan Imunisasi Polio Nasional sudah dilagsung sejak Selasa (8/3) lalu. Masih ada empat hari ke depan yang bisa digunakan untuk membawa bayi usia di bawah lima tahun (balita) untuk mendapatkan pengebalan tubuh dari penyakit yang menyebabkan kelumpuhan ini.

Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudayana menargetkan seluruh balita di Provinsi Kepri bisa mendapatkan imuniasi polio yang sedang diselenggarakan serentak di Indonesia ini. “Semua balita harus imunisasi. Di Kepri ada 213.887 balita yang mesti ikut imuninasi polio seminggu ini,” ujar Tjejep, kemarin.

Karena memang sudah menjadi amanat Menteri Kesehatan RI bahwasanya setiap daerah mesti mulai menuju balita Indonesia bebas polio. Termasuk pula dua ratus ribu lebih balita di Kepri. Sebab, kata Tjetjep, terjangkit polio bisa menyebabkan kelumpuhan dan membatasi kreativats generasi muda dalam berkarya di usia dewasanya nanti. “Kalau bisa dihindari sejak dini dengan mengikuti kegiatan imunisasi, mengapa tidak,” ucapnya.

Menuju Kepri bebas polio, sambung Tjejep, memerlukan peran aktif dari orang tua yang memiliki balita agar menyempatkan diri membawa anaknya ke posko PIN terdekat dari tempat tinggalnya. Di Kepri setidaknya ada 1.643 posko PIN yang sudah berdiri hingga tanggal 15 Maret mendatang. Kegiatan ini juga turut melibatkan 6.613 kader PIN, petugas kesehatan sebanyak 2.428 orang yang terdiri dokter spesialis anak dan sejumlah perawat.

“Sosialisasi hingga kini juga terus dilakukan. Sekarang fasilitasnya sudah ada. Bagaimana pun, orang tua harus membawa balitanya ke Posko PIN untuk mendapatkan imunisasi demi menuju Kepri Bebas Polio,” pungkas Tjejep. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar