Bakal Ada Hotel Setinggi 25 Lantai Pesisir Pantai Trikora

1242
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pariwisata Bintan adalah keniscayaan. Sebab itu, dari waktu ke waktu minat penanaman modal di Bintan tak pernah surut. Bak cendawan setelah hujan, para penanam modal di bidang pariwisata semakin hari semakin banyak yang melirik potensi di sini. Bila sebelumnya, nyaris seluruh penanam modal melirik kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Lagoi sebagai lahan subur menanam modal, kali ini minatnya mulai bergeser.

“Beberapa calon investor yang sudah datang ke kami, mulai melirik kawasan pesisir Pantai Trikora,” terang Bupati Bintan, Apri Sujadi, kemarin.

Kendati belum sebulan menjabat sebagai orang nomor satu di Bintan, Apri mengaku sudah beberapa kali berbincang dengan beberapa pengusaha bidang pariwisata. Baik itu dari dalam maupun luar negeri. Tentu Ketua Dewan Pengurus Partai Demokrat Kepri ini menyambut baik itikad tersebut. Pasalnya, saat ini, kata Apri, fokus investasi di Bintan masih seputar pariwisata.

Bukan sesuatu yang mengherankan. Mengingat sumbangsih sektor ini adalah pendulang utama pendapatan asli daerah (PAD) Bintan nyaris selama satu dasawarsa terakhir. Ini membuktikan bilamana sektor ini ditekuni secara serius dan bersama-sama niscaya menjadi jalan lempang menuju Bintan Gemilang.

“Saat ini fokus membangun minat investasi pariwisata memang masih menjadi fokus kami. Di tahun-tahun ke depan, sepertinya tetap menjadi andalan untuk PAD Bintan. Maka itu, segala fasilitas permudahan penanaman modal dari tahun ke tahun akan kami tingkatkan,” ujar Apri.

Teranyar, Apri berujar, bahwasanya sudah ada penanam modal asal Tiongkok yang menemuinya. Pengusaha dari negeri tirai bambu itu sekadar memaparkan rencana investasi jutaan Dollar AS di pesisir Trikora. Seingatan Apri yang membaca proposal maket tersebut, mereka berencana membangun hotel berbintang sekaligus tertinggi di Bintan.

“Kalau tak salah saya, mereka mau bikin hotel setinggi 25 lantai di Desa Pulau Pucung dekat pantai Trikora,” ungkapnya.

Namun, wacana jangka panjang ini belum berbicara sampai hal-hal teknis. Apri menjelaskan, pertemuannya dengan pengusaha Tiongkok itu baru seputar bincang-bincang ngopi. Dalam waktu dekat, kata dia, bakal dijadwalkan pertemuan resmi sekaligus mengkaji proposal penanaman modal tersebut.

“Hal semacam ini perlu ditanggapi serius. Ini peluang sekaligus tantangan. Peluang untuk mengembangkan kawasan Pantai Trikora dan tantangan untuk menyiapkan anak-anak muda Bintan mengisi ribuan lowongan pekerjaan yang bakal disediakan,” kata Apri.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Bintan, Mardiah mengatakan, pernah ada pengusaha asal Qatar datang ke Bintan, beberapa waktu lalu. Kedatangan investor Timur Tengah itu guna menjajaki prospek potensi sektor maritim di bidang udang yang ada di Bintan.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bintan, kata Mardiah, sudah menyediakan pilihan lahan-lahan potensial untuk bisnis gigantis udang tersebut. Hal itu dikarenakan, Bappeda Bintan yang paling tahu mengenai kondisi peruntukan lahan di Bintan. Hanya saja, Mardiah belum mengetahui secara pasti lahan-lahan yang disodorkan Bappeda Bintan kepada pengusaha Qatar tersebut.

“Yang jelas ada pilihan bagi mereka akan bikin perusahaan dimana. Kami hanya membantu proses perizinannya saja,” ujarnya.

Minat investasi di Bintan, diyakini Mardiah, akan terus berkembang setiap tahunnya. Mengingat, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional, Bintan termasuk sebagai prioritas pembangunan poros maritim. Hal itu turut diejawantahkan dari hasil pertemuan bilateral dua negara, antara Presiden RI Joko Widodo dengan pemerintahan Singapura, beberapa waktu lalu.

“Segalanya sudah sangat kondusif di Bintan untuk investasi. Permasalahan hutan yang sebelumnya menghambat, juga sudah terbebaskan,” kata Mardiah.

Mardiah menegaskan, untuk sementara ini, ada dua sektor yang menjadi prioritas investasi di Kabupaten Bintan. Yakni sektor pariwisata dan industri di kawasan Lobam. Khusus untuk sektor pariwisata, selama ini memang menjadi sektor andalan pendulang pendapatan asli daerah.

“Makanya pariwisata itu nomor satu yang kami dahulukan. Selain itu industri di Lobam. Kalau perkapalan mungkin lebih tepat di Batam,” ucapnya. (muf)

Respon Anda?

komentar