Banyak Sampah, BLH Lingga Fokus Bersihkan Sungai dan Kolong

401
Pesona Indonesia
Petugas Kelurahan Daik membersihkan sampah di aliran Sungai Daik. Banyaknya warga yang belum sadar pentingnya menjaga lingkungan. foto:hasbi/batampos
Petugas Kelurahan Daik membersihkan sampah di aliran Sungai Daik. Sementara di Dabo, BLH mengerahkan tenaga harian lepas untuk membersihkan sungai dari sampah. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga, mulai menangani kebersihan sungai dan kolong (kubangan bekas penambangan timah) di Dabo Lama yang semakin kotor dan kumuh. Program ini dijalankan sekaligus untuk mensukseskan peraihan Adipura.

Kepalah BLH Lingga, Junaidi Adjam, ketika dikofirmasi mengatakan, untuk kegiatan pembersihan sungai tersebut mereka menyiapkan Tenaga Harian Lepas (THL) yang diberi honor harian selama bekerja 20 hari dan kegiatan ini tidak menggunakan pihak kedua.

“Kami hanya menyiapkan THL dan perlengkapan kerja mereka, untuk honor mereka kita gaji Rp65 ribu per harinya,” kata Junaidi ketika dikonfirmasi, Kamis (10/3) siang.

Selain sungai dan kolong di Dabo Lama, tahun ini Junaidi juga mengupayakan untuk membersihkan sungai di tiga wilayah yakni, Sungai Daek dan Sungai di Kecamatan Singkep pesisir. Untuk keseluruhan kegiatan pembersihan sungai dan kolong tersebut, BLH menyiapkan empat orang THL.

“Kegiatan pembersihan sungai, kolong ini, bertujuan agar tidak ada lagi terlihat sampah-sampah yang berserakan yang menimbulkan penyakit, sekaligus menjadikan daerah ini bebas dari sampah rumah tangga yang biasanya di buang dalam sungai,” paparnya.

Junaidi juga membantah jika kegiatan ini disebut sebagai kegiatan normalisasi sungai, akan tetapi sebagai kegiatan pembersihan sungai. BLH juga menyiapkan dana gaji THL dari dana yang ada sehingga kegiatan ini tidak termasuk dalam sistem borong.

Sementara itu, Sekertaris Lurah (Seklur) Kelurahan Dabo Lama, Baheramsyah di tempat terpisah mengatakan, hingga saat ini petugas kebersihan sungai dan kolong telah berjalan. Namun dia mengatakan kalau satu tenaga kebersihan saja yang dikerahkan untuk membersihkan sungai dan kolong di Dabo Lama, masih jauh dari cukup.

“Kami kemarin meminta setidaknya setiap sungai dan kolong masing-masing dikerjakan dua petugas,” ujar Baheramsyah.

Baheramsyah juga mengaku telah menyampaikan alat untuk petugas kebersihan yang diserahkan dari BLH melalui Kelurahan Dabo Lama. Namun hingga saat ini, perahu kotak yang diperlukan petugas untuk membersihkan kolong dan sungai belum turun. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar