Begini Kasus Pemalsuan Surat Tanah yang Menjerat Djodi Wirahadikusuma

2159
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Djodi Wirahadikusuma, tersangka kasus pemalsuan surat tanah di Jalan Sei Carang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, telah dijebloskan ke dalam penjara.

”Penetapan Jodi sebagai tersangka sudah berlangsung lama. Saya mengapresiasi terhadap kinerja Polres Tanjungpinang. Namun, saya minta polisi untuk segera mengikuti petunjuk baru jaksa agar kasus ini secepatnya dilimpahkan,” ujar Urip Santoso, kuasa hukum Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.

Meski telah menetapkan Djodi sebagai tersangka, kepolisian tidak lekas melakukan penahanan. Padahal selama ini ia tidak kooperatif dengan pihak kepolisian. Namun setelah keluarnya hasil laboratorium forensik terhadap surat tanah yang dimiliki Djodi dan ternyata palsu, polisi akhirnya menahannya, kemarin.

Sebelumnya, Djodi Wirahadikusuma ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat tanah di Sei Carang. Penetapan tersangka terhadap yang bersangkutan dilakukan setelah hasil penyelidikan polisi didapati bahwa lahan yang dimiliki hanya 9.000 meter persegi bukan 19.000 meter persegi.

Atas dasar tersebut kuat dugaan tim penyidik bahwa surat tanah yang dimiliki Djodi diduga palsu atau menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (2) Kuhpidana.

Terungkapnya dugaan pemalsuan tersebut, setelah tim penyidik mendapatkan beberapa bukti dan keterangan saksi pemilik asal tanah milik Djodi Wirahadikusuma tersebut yakni Abdul Latif yang mengaku hanya menjual seluas 9.000 meter persegi beberapa tahun silam.

Namun, dari keterangan sementara penyidik pada waktu itu kelebihan luas satu hektar dalam sertifikat Djodi mengaku adanya perubahan luas lahan tanah (renvoi,red) yang dikeluarkan pihak kelurahan setempat.

Tetapi ternyata renvoi luas lahan Djodi tersebut tidak dapat dibenarkan sehingga adanya dugaan pemalsuan sertifikat kepemilikan surat tanah yang dilakukan bersangkutan.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar