Dinsos Lanjutkan Penyaluran Bantuan yang Tertunda, Tahun Ini 650 RTS Dapat Bantuan

498
Pesona Indonesia
Kepala Dinsosnaker Kota Tanjungpinang, Surjadi. foto:yusnadi/batampos
Kepala Dinsosnaker Kota Tanjungpinang, Surjadi. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Tahun 2016 ini, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang akan melanjutkan penyaluran bantuan kepada 650 rumah tangga sasaran (RTS) penerima bantuan tahun 2015 lalu.

“Bantuan tahun 2015 lalu kan ditunda karena defisit. Jadi dilanjutkan tahun 2016 ini dengan menggunakan data penerima tahun lalu. Tahun ini tidak ada penerima baru,” ujar Kepala Dinsosnaker Kota Tanjungpinang, Surjadi, Kamis (10/3).

Surjadi melanjutkan, 650 RTS tersebut terbagi dalam tiga kelompok, yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUBe) dengan jumlah 45 kelompok, dimana masing-masing kelompok berisikan 10 orang. Kemudian Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebanyak 100 RTS. Dan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 100 RTS.

Anggaran yang diperuntukkan bagi program rehab RTLH sebanyak Rp 4.942.769.000. Sementara untuk program pembinaan unit usaha Rp 311.497.000. Sedangkan bagi KUBe, setiap kelompok memperoleh bantuan Rp 20 juta, dengan total Rp 900.000.000. “Itu semua dari APBD Kota Tanjungpinang tahun 2016. Tapi untuk KUBe akan diusulkan di APBD-P,” tuturnya.

Surjadi menuturkan, adapun alasan penundaan penyaluran bantuan di tahun 2015 adalah ketiadaan anggaran karena defisit anggaran. “Karena itu, bantuan ini dilanjutkan,” ujarnya. Tapi, kata Surjadi sebagian program rehab RTLH telah dilaksanakan di akhir tahun 2015 lalu.

Setelah seluruh RTS yang didata tahun 2015 telah selesai, baru selanjutnya Dinsosnaker akan melakukan pendataan kembali untuk RTS yang baru. “Kita juga harus lihat kondisi keuangan kita dulu,” ujarnya.

Surjadi berharap, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepri segera memberikan bantuan dana sharing terkait bantuan tersebut. “Syukur-syukur jika (bantuan) yang di tahun 2015 lalu tetap diberikan,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar