Kantong Plastik Berbayar Diterapkan, DPRD Pekanbaru Tanya Payung Hukumnya

542
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Sejumlah pasar swalayan dan supermarket di Pekanbaru sudah menerapkan aturan kantong plastik berbayar. Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Darnil SH mempertanyakan hal tersebut.

“Sebelum adanya payung hukum serta petunjuk teknis (Juknis) yang jelas, penerapan kantong plastik berbayar belum bisa diberlakukan dan diterapkan untuk sementara waktu di Kota Pekanbaru,” ujarnya¬†Kamis (10/3).

Lebih lanjut Politisi Hanura ini meminta pemerintah daerah segera membuat payung hukum terhadap penerapan kantong plastik berbayar agar masyarakat tidak dirugikan akibat penerapan kantong plastik berbayar yang telah diberlakukan setiap swalayan dan ritel-ritel saat ini.

“Kami meminta kepada pihak swalayan dan ritel-ritel yang berada di Kota Pekanbaru agar tidak seenaknya meminta uang konsumen untuk membayar kantong plastik, karena penerapan yang diberlakukan saat ini belum ada payung hukumnya,” sambungnya.

Ketua DPC Hanura Kota Pekanbaru ini meminta kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, dalam hal ini Disperindag, agar mengambil sikap dan melakukan pengecekan langsung ke lapangan karena banyaknya masyarakat yang merasa dirugikan akibat penerapan ini.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan terhadap aturan penerapan ini. Pihak swalayan menjual kantong plastik, apalagi plastik yang dijual itu bermerek nama swalayan. Di sini bisa dilihat, pihak swalayan akan mengambil keuntungan atas kebijakan pemerintah tersebut,” kata Darnil.

Darnil berharap kepada masyarakat Pekanbaru agar lebih bijak dalam menghadapi persoalan seperti ini, masyarakat diminta lebih kritis kepada pihak pengusaha atau pihak swalayan tempat mereka berbelanja.

“Masyarakat bisa menanyakan atas dasar apa aturan dan kebijakan penerapan kantong plastik berbayar ini sudah diterapkan karena saat ini Kota Pekanbaru belum ada kebijakan kantong plastik berbayar tersebut,” tutup Darnil.(susanto/riaupos.co/RPG)

Respon Anda?

komentar