Kondisi Jembatan Panggak Laut Kian Mengkhawatirkan

513
Pesona Indonesia
Seperti inilah kondisi jembatan penghubung antara Desa Nerekeh dengan Kota Daik. Di Panggak Laut kondisi jembatannya juga mengkhawatirkan. foto:rpg
Seperti inilah kondisi jembatan penghubung antara Desa Nerekeh dengan Kota Daik. Di Panggak Laut kondisi jembatannya juga mengkhawatirkan. foto:rpg

batampos.co.id – Kondisi jambatan Desa Panggak Laut, Kecamatan Lingga, mengkhawatirkan. Saat air laut pasang, arus sungai desa menggerus jembatan kayu yang dibangun dengan dana swadaya masyarakat desa.

Ahmad, Kepala Desa Panggak Laut membenarkan hal ini. Dikatakannya, khusus di Jalan Panggak Laut terdapat tiga jembatan kayu yang belum diperbaiki. Padahal desa penghasil sagu tersebut masuk dalam wilayah perkotaan dan merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Lingga Timur dan Lingga Utara ke Daik, ibukota kabupaten Lingga.

“Kemarin saat pasang laut besar, jembatan kayu sampai lepas. Dulu kita bangunnya gotong royong dengan dana swadaya menelan biaya hampir Rp 20 juta,” ungkap Ahmad beberapa waktu lalu.

Pantauan dilapangan kondisi jembatan sangat menghawatirkan. Banyaknya kendaraan berat, seperti truk yang kerap melintas membuat jembatan kayu semakin hari semakin rusak. Paku yang melekatkan papan mulai terlepas. Sementara timbunan tanah menghubungkan jembatan dan tidak diaspal tergerus air. Untuk menahan timbunan, warga menggunakan karung-karung berisi pasir.

“Jembatan sudah kita usulkan juga di musrembang kecamatan. Kita harapkan dapat terakomodirlah,” tambahnya.

Sementara itu, Indra Asmara Putra, Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan umum (PU) Kabupaten Lingga mengatakan, seluruh usulan desa saat musrembang tahun ini akan diakomodir oleh dinas PU. Termasuk pembenahan jembatan kayu yang menghawatirkan di Desa Panggak Laut.

“Pada musrembang tahun 2016 ini, hampir semua desa dapat diakomudir oleh dinas PU. Pembangunan sejumlah desa di bangun dengan dana rutin, termasuk jembatan Panggak Laut, akan kita akomodir,” ungkap Indra.

Mininya anggaran daerah 3 tahun terakhir diakui Indra, membuat sejumlah kegiatan dan program peningkatan fasilitas dasar sempat terganggu. Khusus dana alokasi khusus (DAK) tahun 2016 yang masuk ke dinas PU dikatakannya senilai Rp 32 Milair tersebar untuk kegiatan dinas PU. Sebagiannya akan digunakan untuk peningkatan infrastruktur dasar. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar