Masyarakat Perkotaan Lebih Suka Cari Rumah Lewat Internet

577
Pesona Indonesia
Properti di ibu kota Jakarta. Foto: istimewa/lamudi
Properti di ibu kota Jakarta. Foto: istimewa/lamudi

batampos.co.id –Internet kini benar-benar membantu. Apapaun kebutuhan, kini bisa divbeli lewat online. Sebaliknya, mereka yang ingin menjual barang juga banyak memilih menawarkannya lewat internet.

Ibu Lia contohnya, ia mendapatkan calon pembeli untuk rumahnya hanya dalam beberapa jam saja setelah diiklankan di online. Ini sesuatu yang luar biasa bagi dia. Ibu Lia memutuskan untuk menjual rumah empat kamar di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang telah dihuninya selama lebih dari 30 tahun, untuk pindah ke rumah yang lebih kecil.

“Saya memutuskan untuk menjual rumah ini karena sepi. Saya hanya tinggal berdua dengan suami sedangkan anak-anak saya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah mereka masing-masing,” jelas ibu Lia.

Sambil melihat ke jam dinding, ibu Lia menambahkan, “anak saya mengiklankan rumah ini di website tadi pagi, baru dua jam saja, sudah ada yang telepon saya.”

Peran internet dalam pemasaran properti kini semakin dirasa pentingnya bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Menurut hasil riset properti yang dilakukan oleh Lamudi, perburuan tempat tinggal secara online melalui portal atau marketplace properti terus menanjak popularitasnya. Didominasi oleh mereka yang berusia dibawah 35 tahun, yang kebanyakan diantaranya memburu properti untuk pertama kali.

Delapan puluh lima persen responden yang disurvei memilih online untuk mencari properti, dan 97,9 persen dari angka tersebut percaya bahwa mayoritas pencarian real estate di masa depan adalah melalui internet.

Hasil riset tersebut juga menunjukkan bahwa untuk saat ini, pemburu properti paling banyak berasal dari wilayah barat Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya dan Bandung, serta wilayah tengah Indonesia yaitu Bali.

Perkiraan tersebut dilandasi oleh tidak hanya penetrasi internet yang meningkat, tetapi juga dengan semakin populernya kegiatan jual-beli lewat internet. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara belum lama ini menyebutkan perkiraan transaksi dari e-commerce pada tahun 2016 ini naik sekitar 40 persen dari tahun 2015 yang mencapai 13 miliar dollar AS.

Dengan ponsel yang hampir selalu digenggam, ibu Lia dapat dengan mudah mendapatkan peminat atau calon pembeli rumahnya. “Meskipun saya masik agak awam dengan internet, tapi saya sangat terbantu dalam mempromosikan rumah ini,” ujar ibu Lia senang. ***

Respon Anda?

komentar