November 2017, Jembatan Layang Simpang Jam Selesai Dibangun

4357
Pesona Indonesia

flyoverbatampos.co.id – Rencana pembangunan fly over atau jembatan layang di Batam mulai dikerjakan. Saat ini, pembangunan fisik tengah dikerjakan untuk fly over di Simpang Jam.

Pembangunan fly over diharapkan dapat mengurai kemacetan terutama di dua simpang yang akan dibangun fly over tersebut yakni Simpang jam dan Simpang kabil. Dua lokasi tersebut merupakan simpang terpadat yang paling banyak dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Yanto Apul Sirait mengatakan kedua fly over tersebut dibangun dari arah Batu Ampar menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Pembangunann fly over di Simpang Jam dikerjakan mulai 17 Desember 2015. “Diperkirakan selesai pada 17 November 2017,” katanya, kemarin (10/3).

Fly over di Simpang Jam dibangun menjadi dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalanan mencapai 460 meter dan titik tertinggi fly over sekitar sembilan meter dari permukaan tanah. “Anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp 180 miliar,” papar yanto.

Dua fly over di Batam ini diklaim berstandar tinggi. Karena wilayah Batam yang berdekatan dengan dunia internasional sehingga pembangunannya menggunakan bahan dan kualitas terbaik. “Dibuat berdasarkan standar internasional,” ungkapnya.

Dari hasil kajian timnya, sebut Apul, di Simpang Jam melintas sekitar 272.138 kendaraan dalam sehari. Dengan jumlah ini, memang sudah sepantasnya Simpang Jam memiliki fly over. “Tujuannya untuk mengurai kemacetan,” imbuhnya.

Saat ini, sebutnya, hambatan yang ditemui pihaknya adalah utilitas seperti kabel listrik, pipa air dan gas yang berada di bawah tanah. Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti PT PLN, PT ATB, PGN, Telkom da lainnya terkait utilitas tersebut. “Sejauh ini tidak ada hambatan yang sangat berarti. Masalah utulitas sudah kita bicarakan bersama,” masih katanya.

Keberadaan fly over sebutnya, memang bisa mengurai kemacetan. Namun apabila jumlah kendaraan selalu bertambah maka dampaknya tidak terlalu signifikan. Kementrian PU, sebutnya akan membangun fly over di simpang lain selain dua simpang tersebut. “Idealnya memamg di semua simpang. Namun akan berhenti apabila ada kebijakan lain seperti transportasi massal yang jelas bisa sangat mengurangi kemacetan,” sebut Yanto.

Selama pembangunan, tentu masyarakat akan terganggu. Namun, untuk mengurangi ketidaknyamanan pengguna jalan selama pengerjaan, kementrian PU dan Perumahan Rakyat akan membangun jalan samping sebagai jalan alternatif. “Kita juga usahakan bekerja secepat mungkin supaya warga tidak terganggu terlalu lama,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pu Kota Batam, Yumasnur mengatakan pembangunan fly over ini merupakan kebutuhan masyarakat Batam. Pemko Batam telah berkoordinasi dengan BP Batam, Pemerintah Provinsi dan Kementrian PU terkait pembangunan fly over. “Pembangunan fly over mulai diusulkan sejak 2004 lalu,” katanya.

Yumasnur berharap pembangunan kedua fly over tersebut bisa mengurangi kemacetan di Batam. Untuk kendaraan dari arah Batuampar menuju Bandara bisa langsung lewat atas. “Jalan yang dibawah tetap difungsikan dan tentunya bisa mengurangi kemacetan,” ungkapnya.

Yumasnur menjelaskan, karena dibangun di tanah Melayu, fly over ini tentu akan mendapat sentuhan ornamen melayu dengan meminta saran dari Lembaga Adat Melayu Batam .

Sementara itu, untuk fly over di Simpang Kabil masih dalam proses. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Jam dan menelan anggaran Rp 200 milyar.”Direncanakan pembangunan akan dimulai Agustus 2016,” janji Yumasnur. (leo)

Respon Anda?

komentar