Pasien Stroke Pendarahan Otak Butuh Bantuan

794
Pesona Indonesia
Maskur saat menjaga Misti ibunya di RSUD Embung Fatimah, Batu Aji.  Foto: Ist
Maskur saat menjaga Misti ibunya di RSUD Embung Fatimah, Batu Aji.
Foto: Ist

batampos.co.id – Pasien stroke berat dan pendarahan pada otak, Misti, 60, asal Temurejo, Banyuwangi, Jawa Timur kini masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Maskur, putra sulungnya Misti sebernarnya berniat ingin membawa pulang kampung orangtuanya tersebut, namun apa daya ia tidak memiliki uang.

“Jangankan bawa pulang. Untuk berobat di sini saja saya tidak tahu bayar dengan apa,” ujarnya, Kamis (10/3).

Melihat kondisi kesehatan orangtuanya yang terus menurun dan tidak adanya dana untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. Maskur berencana akan merawat orangtuanya di kampung halamannya.

“Saya tidak tahu harus bagaimana?,” ujar Maskur sambil meneteskan air mata.

Di rumah sakit tersebut Misti masuk dengan kategori pasien umum, ia dibawa ke rumah sakit pada Rabu (8/3) lalu. Misti sebelumnya bekerja selama dua bulan di Malaysia. Karena sakit kemudian dibawa pulang melalui Batam.

“Sebelum pulang saya minta dibawa ke Jawa saja. Tiba-tiba sudah sampai di Batam,” ujar Misti.

Karena mendapatkan kabar bahwa ibunya sakit dan dirawat di RSUD Embung Fatimah, tanpa pikir panjang Maskur langsung ke Batam. “Saya tidak punya uang. Sehari-hari saya kerja tambal ban Rp 5 ribu sekali tambal. Saya sangat mengharapkan adanya bantuan agar orangtua saya bisa pulang ke kampung halaman dan mendapatkan pengobatan lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu Humas RSUD Embung Fatimah Nuraini mengatakan, karena pasien mengalami stroke dan pendarahan pada otak, sangat tidak dimungkinkan pasien dipulangkan tanpa adanya pendampingan dokter dan perawat.

“Pihak rumah sakit sudah membantu dan mencoba berkoordinasi dengan pihak Paguyuban Jawa, namun belum ada hasil. Sudah kita sampaikan. Semoga ada pertolongan dari warga Jawa yang ada di Batam,” tutupnya. (cr14)

Respon Anda?

komentar