Pembangunan Jalan Layang Batam Dikebut

2427
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Batam segera miliki  jalan layang (fly over). Saat ini, pembangunan fisik tengah dikerjakan untuk jalan layang di Simpang Jam.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yanto Apul Sirait mengatakan jalan layang dibangun dari arah Batuampar menuju bandara. Pembangunann jalan layang di Simpang Jam dikerjakan mulai 17 Desember 2015.

“Diperkirakan selesai pada 17 November 2017,” katanya kemarin (10/3).

Jalan layang di Simpang Jam dibangun menjadi dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalan mencapai 460  meter.

Titik tertinggi jalan layang ialah sekitar 9 meter dari permukaan tanah.

“Anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp 180 miliar,” papar yanto.

Pembangunan jalan layang diharapkan dapat mengurai kemacetan

Dari hasil kajian timnya, sebut Apul, di Simpang Jam melintas sekitar 272.138 kendaraan dalam sehari. Dengan jumlah ini, memang sudah sepantasnya Simpang Jam memiliki jalan layang. “Tujuannya untuk mengurai kemacetan,” imbuhnya. (leo)

Respon Anda?

komentar