Stok Obat Minim, Dokter di RSUD Telukkuantan Mogok Layani Pasien BPJS

569
Pesona Indonesia
batampos.co.id –  Karena stok obat yang sangat minim, dan takut dikomplain pasien karena pelayanan tak maksimal, sejumlah dokter spesialis di Poliklinik RSUD Telukkuantan yang mogok melayani pasien BPJS sejak Senin hingga Selasa (7-8/3) lalu, Kamis (10/3) kemarin sudah kembali bekerja.
Setelah dengar pendapat di DPRD Kuansing, dokter-dokter spesialis ini bersedia kembali bekerja demi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kalau hari ini (kemarin, red) kan libur. Besok kami tetap kerja. Dan pagi kami akan rapat dulu,” kata salah seorang dokter spesialis RSUD Telukkuantan dr Alfredo Hariadi SpOG, yang dihubungi, Rabu (9/3).

Hal ini telah disampaikan Alfredo kepada para dokter spesialis lainnya agar tetap bekerja meskipun dengan stok obat-obatan yang minimal di RSUD Telukkuantan.

“Gimana kita mau maksimal bekerja, sementara obat-obatan kita sangat kurang. Ini harus segera diatasi agar masyarakat tidak dirugikan. Sementara masyarakat kan tahunya BPJS itu gratis,” kata Alfredo.

Pelayanan kesehatan katanya, akan tetap dilaksanakan di Poliklinik RSUD Telukkuantan.

Soal keperluan obat pasien, pihaknya menyerahkan kepada pihak keluarga pasien. “Mau beli atau tidak tergantung mereka, tapi kita tetap bekerja,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Telukkuantan dr David Oloan MARS menjelaskan, kondisi obat minim disebabkan sistem pengadaan obat-obatan e-Catalog, sehingga membuat pihaknya kesulitan memenuhi keperluan masyarakat, terutama dalam pelayanan obat-obatan.

“Sistem pengadaan e-Catalog langsung dilakukan pusat. Artinya, tender ini langsung dilakukan pusat. Kalaupun obat itu ada di e-Catalog, tapi tidak ada keluar di internet, obat tersebut tidak bisa dibeli, karena langsung ditender pusat. Akkibatnya memang masyarakat kita juga yang menjadi korban,” katanya.(adv/riaupos.co)

Respon Anda?

komentar