Warga Batam yang Selundupkan Sabu di Karimun Jemput ‘Barang’ di Johor

521
Pesona Indonesia
Tersangka penyelundup narkotika jenis sabu-sabu dikawal petugas Bea Cukai. foto:sandi/batampos
Tersangka penyelundup narkotika jenis sabu-sabu dikawal petugas Bea Cukai. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B, Kamis (10/3), merilis penangkapan tersangka Azhar yang coba menyelundupkan narkotika jenis sabu dengan nilai Rp 800 juta, yang ditangkap petugas BC di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun pada Rabu (9/3).

Tersangka Azhar yang dikawal oleh petugas BC tidak mau berbicara sedikitpun, meski sudah berkali-kali diajukan pertanyaan. Bahkan, sampai di dalam mobil saat akan dibawa ke Polres Karimun untuk melanjutkan pemeriksaan Azhar tetap bungkam.

Sementara itu, Kepala Seksi P2 KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Andi menyebutkan, diketahuinya Azhar membawa barang haram ketika akan menjalani pemeriksaan barang yang dibawa menggunakan mesin X-ray atau alat pemindai.

”Melihat gerak gerik pelaku yang mencurigakan, maka petugas mendatangi tersangka untuk memasukkan seluruh barang yang dibawa,” ujarnya.

Dikatakannya, pada saat petugas BC meminta agar barang-barang bawaan dimasukkan kepada alat pemindai, tersangka sempat menolaknya. Kemudian, barang yang dibawa tersangka diambil petugas dan langsung dimasukkan ke dalam alat pemindai. Pada saat itu, dari monitor mesin pemindai dilihat ada barang lain yang tersembunyi di dalam sepatu. Sehingga, sepatu tersebut dikeluarkan dan diperiksa dihadapan tersangka. Hasilnya, ada empat paket sabu dengan berat lebih dari setengah kilogram atau tepatnya 634,23 gram.

Sementara itu, informasi dari Polres Karimun yang saat ini menangani perkara penyelundupan sabu-sabu diketahui Azhar yang merupakan warga Batam berangkat ke Johor Baru, Malaysia, melalui Pelabuhan Internasional Batam Center pada Sabtu (5/3). Setibanya di Pelabuhan Internasional Stulang Laut langsung bertemu dengan seseorang berinisial FI. Barang haram tersebut lalu dititipkan FI kepada tersangka pada saat akan berangkat Rabu (9/3). Kemudian, setibanya di Karimun akan ada yang mengambilnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar