Waspada, Satu Lagi Pasien DBD Meninggal Dunia di Karimun

383
Pesona Indonesia
 Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit demam berdarah. foto:pixabay
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit demam berdarah. foto:pixabay

batampos.co.id – Satu lagi kasus demam berdarah dengue (DBD) di Karimun, merenggut nyawa. Korbannya Al Ghazali, anak dari Iswandi warga RT5/RW2 Kelurahan Sungai Pasir. Meski sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), tetapi nyawa bayi tersebut tidak tertolong.

Bayi berusia 7 bulan ini, menghembuskan napas terakhir, Rabu (9/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban sempat menjalani perawatan medis setelah diketahui positif terkena DBD sejak Kamis (4/3) pekan lalu.

”Benar, ada warga saya yang anaknya terkena DBD meninggal dunia. Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai balita, apabila anaknya demam segera dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Supaya dapat ditangani dan dilakukan pengecekan lebih lanjut,” kata Lurah Sungai Pasir Suzandra SSTP, Kamis (10/3).

Sedangkan Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karimun dr Suharyanto mengungkapkan, bahwa korban masuk ke RSUD Karimun sepekan lalu, dan langsung dilakukan penanganan medis. Kondisi pasien sempat drop menyusul trombositnya turun drastis pada Jumat (5/3). Jadi pasien dilarikan ke ruang ICU sekitar pukul 22.00 WIB untuk ditangani lebih intens.

”Kita sudah semaksimal mungkin menangani pasien tersebut. Tapi, apa daya itulah kemampuan kita hingga tidak tertolong lagi nyawanya,” paparnya.

Sementara Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Karimun, Rahmadi mengatakan hingga kini tercatat sebanyak 182 kasus DBD, dua diantaranya meninggal dunia.

Penyumbang kasus DBD terbesar masih di wilayah Kecamatan Tebing yakni 52 kasus. Tanjungbalai Karimun 34 kasus, Meral 34 kasus, Meral Barat 12 kasus, Kundur 15 kasus, Moro 23 kasus, Buru 4 kasus, Belat 1 kasus, Kuba 7 kasus.

”Untuk sementara hanya Kecamatan Durai yang masih belum tercatat ada pasien penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti ini. Sekali lagi, kita imbau agar menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, cuaca saat sekarang ini sangat-sangat rawan sekali terhadap berjangkitnya DBD,” pesannya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar