Ancaman DBD Sangat Serius di Karimun, Kecamatan Tebing Paling Banyak Kasus

446
Pesona Indonesia
 Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit demam berdarah. foto:pixabay
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit demam berdarah. foto:pixabay

batampos.co.id – Dinas Kesehatan kabupaten Karimun, telah mencatat terjadi peningkatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap bulannya. Sebelumnya pada bulan Februari lalu mencapai 164 kasus DBD. Namun di bulan Maret ini sudah terjadi peningkatan menjadi 182 kasus, dengan memakan korban jiwa 2 orang yang didominasi oleh anak-anak.

Dengan penyumbang DBD masih tetap di wilayah Kecamatan Tebing ada 52 kasus. Tanjungbalai Karimun 34 kasus, Meral 34 kasus, Meral Barat 12 kasus, Kundur 15 kasus, Moro 23 kasus, Buru 4 kasus, Belat 1 kasus, Kuba 7 kasus. Sementara, untuk kategori kelurahan dan desa masih tetap terbanyak 18 kasus di Kelurahan Tebing, kemudian Tanjungbatu 15 kasus, Teluk Uma 15 kasus dan Sei Lakam Timur masing-masing 12 kasus.

”Untuk sementara itu hanya Kecamatan Durai yang masih belum terkena penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Sekali lagi, kita himbau agar menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, cuaca saat sekarang ini sangat-sangat rawan sekali terhadap berjangkitnya DBD,” jelas Kepala Bidang Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Karimun, Rahmadi, Jumat (11/3).

Sedangkan dalam sepekan ini, sudah dua orang korban DBD meninggal dunia. Pertama Evan (7) putra pertama dari Evi guru di SMA 4 Binaan Karimun meninggal dunia akibat DBD. Setelah dilakukan perawatan selama lima hari di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), Minggu (6/3). Kemudian, pada hari Rabu (9/3) Al Ghazali bayi usia 7 bulan anak dari Iswandi warga RT5/RW2 Kelurahan Sungai Pasir, meninggal dunia di RSUD Karimun positif terkena DBD.

”Pokoknya kita himbau kepada masyarakat, agar melaksanakan 3 M Plus, menguras, menutup, mengubur, memantau. Karena, ancaman DBD ini sangat serius untuk diperhatikan semua pihak. Khususnya, bagi orangtua yang mempunyai balita, apabila anaknya deman segera dibawa ke Rumah sakit atau Puskesmas untuk dilakukan pengecekan lebih insten lagi,” pesannya.

Dengan bertambahkan korban meninggal dunia akibat DBD, pihaknya belum bisa menetapkan status Karimun Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Sebab, status KLB ada prosedurnya dan ketetapannya. ”Jangan sampai terjadilah. Untuk itu saya minta, peranan masyarakat untuk peduli DBD agar serius memperhatikan lingkungan sekitarnya,” ucap Rahmadi lagi. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar