Bank Sentral Bangladesh Dibobol Maling Digital

496
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Bank Sentral Bangladesh dibobol peretas (hacker). Pembobolan Bank Sentral Bangladesh itu kali pertama diungkap New York Federal Reserve alias Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Bulan lalu, Bank Sentral AS yang lebih tenar dengan nama The Fed menerima permohonan izin transfer bertubi-tubi dari Bank Sentral Bangladesh.

The Fed menyebut ada lebih dari 30 request yang masuk. Negara tujuan transfer adalah Filipina dan Sri Lanka.

“Pelaku membobol sistem keamanan Bank Sentral Bangladesh dan menggunakan surat otoritas transfer untuk melancarkan aksinya,” kata salah seorang pejabat senior bank tersebut kemarin (11/3).

Berbekal surat itu, pelaku lantas memindahkan dana ke Filipina. Total ada empat kali transfer dengan nilai nominal mencapai USD 80 juta (sekitar Rp 1 triliun).

Saat akan melakukan transfer yang kelima, pelaku salah mengeja nama alamat tujuan. Seharusnya, dana USD 20 juta atau setara dengan Rp260,9 miliar itu pelaku kirim ke Shalika Foundation. Namun, pelaku salah mengeja kata ”foundation”. Nama yayasan nonprofit Sri Lanka tersebut menjadi Shalika Fandation. Kesalahan eja itu langsung memancing kecurigaan Deutsche Bank.

Sebagai salah satu bank yang dilewati jalur transaksi, bank Jerman tersebut langsung mengontak Bank Sentral Bangladesh. Bersamaan dengan itu, The Fed juga mengontak Bank Sentral Bangladesh karena menerima terlalu banyak permintaan transĀ­fer pada waktu yang sama.(Reuters/hep/c23/any)

Respon Anda?

komentar