Berang Tak Pernah Ditindak Polisi, Warga Bongkar Lapak Perjudian

460
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Aktifitas judi goncang dadu alias cingkoko yang kian marak di Kelurahan Seienam membuat warga sekitar berang. Pasalnya aktifitas terlarang yang berjalan hingga saat ini tidak pernah mendapat penindakan dari kepolisian. Lalu usai menunaikan Salat Jumat di Masjid Kampung Seienam Laut, Jumat (11/3) sekitar pukul 13.00 WIB, warga Kampung Seienam Laut beserta tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) serta perangkat kelurahan sepakat melakukan penutupan aktifitas judi tersebut dengan merobohkan seluruh lapak yang ada.

“Kita sudah laporkan sebelumnya ke polisi setempat, namun tidak ada tindak lanjutnya. Kian lama dibiarkan aktifitas judi ini semakin merajarela. Jadi usai salat warga sepakat untuk merobohkan seluruh lapak judi di kampung ini,” ujar salah satu warga setempat, Sarul, saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Awal 2015 lalu, warga setempat pernah mendatangi para pemain judi cingkoko yang saat itu sedang beraktifitas. Bahkan warga pernah melakukan tindakan pengusiran dengan cara paksa. Namun berselang dua bulan kemudian, lapak judi ini kembali dibuka oleh bandarnya berinisial, BA. Dalam melancarkan usahanya, BA diduga membayar beberapa oknum untuk menjaganya, agar aktifitas perjudian di perkampungan ini bisa berjalan aman dan kondusif.

Melihat aktifitas judi ini semakin merajalela apalagi dibekingi oknum, lanjutnya, warga sekitarpun menjadi risih. Sehingga warga kembali berbondong-bondong mendatangi lapak judi tersebut. Namun tindakan mengusir pemain judi saat itu tidak sukses seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Melainkan pemain judi dan sang bandar melakukan perlawanan dan mengancam akan berbuat hal yang anarkis di kampung ini. Kejadian inilah yang dilaporkan warga ke pihak kepolisian setempat tetapi tak ada tanggapan hingga warga mengajak kelurahan serta toga dan tomas untuk menindaknya sendiri.

“Mentang-mentang mereka dibekingi jadi seenaknya saja. Sehingga warga jadi benci dan mengambil langkah seperti ini,” katanya.

Lurah Seienam, Sofian mengatakan adanya aksi pembongkaran lapak judi yang dilakukan warga, toga, tomas dan pihak kelurahan. Pasalnya aktifitas perjudian di kampung ini sudah sangat meresahkan warga sehingga dengan terpaksa langkah pembongkaran inilah yang dilakukan.

“Guna menjaga situasi di wilayahnya tetap kondusif. Maka kita bersama-sama melakukan pembongkaran lapak judi. Kita minta pihak kepolisian juga bisa menindak pelaku perjudian ini,” ungkapnya.

Kapolsek Bintan Timur, Kompol Dandung Putut Wibowo membenarkan adanya kegiatan pembongkaran lapak judi yang dilakukan warga Kampung Seienam Laut. Pembongkaran lapak judi yang terbuat dari kayu tersebut karena aktifitas perjudian di kampung tersebut sudah sangat meresahkan.

“Kita hanya mengawasi kegiatan ini saja agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar