Kapal Asing Dilarang Beli, Nelayan Kepri Kehilangan Peluang Ekspor Ikan Kerapu

1452
Pesona Indonesia
Kapal berbendera asing saat merapat di keramba nelayan budidaya ikan kerapu di Natuna beberapa waktu lalu. Foto: Ist
Kapal berbendera asing saat merapat di keramba nelayan budidaya ikan kerapu di Natuna beberapa waktu lalu. Foto: Ist

batampos.co.id – Sekitar 200 ton ikan kerapu yang siap panen di wilayah Kepri kehilangan pasar ekspor. Penyebabnya, surat edaran Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Nomor 721/DPB/PB.510.S4/II/2016, tentang pelarangan kapal berbendera asing yang membeli ikan kerapu hasil budidaya nelayan Kepri.

Ketua Persatuan Perikanan Indonesia Kepri, Eko Prihananto, mengatakan larangan izin kapal angkut akan membuat tersendatnya ekspor kerapu. Pembudidaya dalam hal ini hampir tidak memiliki alternatif pasar lokal karena peminat kerapu di Tanah Air masih terbatas.

”Padahal saat ini, stok ikan yang siap ekspor sudah mencapai 200 ton, di Kabupaten Lingga ada 50 ton, Kabupaten Anambas ada 100 ton dan Natuna ada 40 ton. Pemasukan negara dari ekspor tersebut akan hilang karena larangan kapal asing membeli ikan dari nelayan kita,”ujar Eko, Jumat (11/3).

Dikatakan Eko, selama periode tahun 2015 devisa yang dihasilkan dari aktifitas ekspor senilai 1 juta USD lebih yang dihasilkan dari aktifitas ekspor hasil budidaya nelayan. Ia pun sangat menyayangkan kegiatan yang selama ini terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus terhenti.

”Hasil 1 juta USD tersebut dari dua perusahaan eksportir yang selama ini membeli hasil budidaya ikan kerapu yang dilakukan nelayan. Sangat disayangkan ini harus terhenti,” kata Eko.

Eko pun berharap, pemerintah daerah dapat mempertanyakan kepada pemerintah pusat, agar kegiatan ekspor ikan kerapu tersebut dapat berjalan kembali. Karena sekitar 40 ribu nelayan dari empat Kabupaten di Provinsi Kepri bergantung dari kegiatan tersebut.

”Selain itu masyarakat Bunguran Barat, Natuna juga sudah mendesak perusahan eksportir yang selama ini menampung budidaya masyarakat untuk mendatangkan kapal ekspor ke Natuna. Namun adanya kebijakan larangan seperti itu tidak memungkinkan kapal yang selama ini membeli hasil budidaya nelayan Kepri bisa masuk ke sana,” ucap Eko.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Raja Ariza, beberapa kali dihubungi untuk dikonfirmasi terkait surat edaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang pelarangan kapal berbendera asing membeli ikan Kerapu hasil budidaya nelayan Kepri. Ponselnya aktif namun tidak direspon sama sekali.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar