Kemendagri Teken SK PAW, Syarifah dan Asep Ukur Jas

586
Pesona Indonesia
Anggota DPRD Kepri saat mengikuti rapat paripurna beberapa waktu lalu. Anggota DPRD Kepri akan lengkap setelah dua anggota PAW dilantik. foto:dok
Anggota DPRD Kepri saat mengikuti rapat paripurna beberapa waktu lalu. Anggota DPRD Kepri akan lengkap setelah dua anggota PAW dilantik. foto:dok

batampos.co.id – Kader Partai Demokrat Syarifah Elvizana dan Kader Partai Hanura Asep Nurdin sudah dalam hitungan hari ke depan bakal melenggang ke Dompak. Pasalnya, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Hamidi mengatakan, Surat Keputusan (SK) pelantikan keduanya sebagai wakil rakyat melalui proses pergantian antar waktu (PAW) dari pejabat sebelumnya, sudah diteken Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo, sejak Selasa (8/3) lalu.

“Karena sudah diteken, sekarang tinggal menunggu salinan dari Dirjen Otda saja. Mereka (Syarifah dan Asep, red) sudah diberitahu dan sudah ukur jas untuk pelantikan,” ujar Hamidi, Jumat (11/3).

Bila salinan SK PAW tersebut sudah sampai, Hamidi menyebutkan, proses selanjutnya tinggal menetapkan agenda pelantikan melalui sidang paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak.

“Kalau PAW, cukup Pak Ketua saja yang melantik. Informasi ini juga sudah kami teruskan ke beliau,” ujar Hamidi.

Dalam rancangan sementara, Hamidi menargetkan pelantikan Syarifah Elvizana sebagai PAW dari Apri Sujadi dan Asep Nurdin sebagai pengganti Harlianto bisa dilakukan pekan depan. “Sepaling-paling lambatnya dua minggu lagi,” kata Hamidi.

Menurutnya, yang menjadi kendala selama ini sehingga pelantikan pejabat PAW tidak bisa dilakukan adalah belum ditekennya SK pelantikan di Kemendagri. Sehingga, memakan waktu lebih dari tiga bulan tidak ada kejelasan.

“Tapi sekarang berkasnya sudah diteken. Secepatnya dilakukan pelantikan. Tinggal tunggu itu tadi, salinan dari Dirjen Otda,” tegas Hamidi.

Sementara itu, politsi dari fraksi Partai Demokrat, Husnizar Hood mengatakan, pihaknya tidak tergesa-gesa ataupun menuntut kadernya segera dilantik sebagai anggota legislatif. “Kami ikuti saja aturan mainnya,” ujar Husnizar, kemarin.

Meski PAW sudah diputuskan sejak lebih dari tiga bulan silam, kekosongan satu kursi tidak menghambat kinerja fraksi Demokrat. Terlebih kini agenda kerja DPRD Provinsi Kepri belum masuk ke tahapan pembahasan kebijakan-kebijakan teknis.

“Pembahasan kan sudah selesai. Jadi, tugas tinggal pengawasan. Untuk sementara masih bisa di-handle,” pungkas politisi yang menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kepri ini. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar