Myanmar Punya Presiden Baru, Kalangan Sipil

434
Pesona Indonesia
Htin Kyaw
Htin Kyaw

batampos.co.id – Htin Kyaw menang dalam voting yang digelar majelis rendah kemarin (11/3). Ia melenggang menuju pemilihan calon presiden di Palemen Myanmar.

”Anggota komite eksekutif dari Daw Khin Kyi Foundation Htin Kyaw telah mendapat suara terbanyak,” ujar Ketua Majelis Rendah Myanmar Win Myint.

Dalam pemilihan kemarin, Suu Kyi adalah orang pertama yang memberikan hak suara. Suu Kyi merupakan perwakilan wilayah Kawhmu. Pada akhir voting, Htin Kyaw mendapat 274 dari 317 suara di majelis rendah. NLD memiliki 255 anggota di majelis rendah. Total, majelis rendah beranggota 440 orang.

Setelah lolos dari majelis rendah, nama Htin Kyaw akan diusulkan ke parlemen. Yakni, gabungan seluruh anggota majelis rendah dan majelis tinggi. Dia akan bersaing dengan dua nama lain, Henry Van Thio, perwakilan NLD yang lolos voting di majelis tinggi, serta perwakilan dari militer Myint Swe.

Sama dengan pemilihan di majelis rendah, Htin Kyaw bisa dipastikan terpilih sebagai presiden Myanmar. Sebab, NLD menguasai mayoritas kursi di parlemen. Pemilihan mungkin dilakukan minggu depan. Dia bakal menjadi presiden pertama yang berasal dari penduduk sipil sejak militer berkuasa pada 1962.

Nama Myint Swe sebagai perwakilan dari militer baru mencuat kemarin. Website media milik militer Myawaddy mengonfirmasi bahwa mereka mengusung Myint Swe sebagai wakil presiden untuk mendampingi dua orang kandidat dari NLD. Myint Swe yang merupakan mantan jenderal di militer saat ini menjabat menteri besar dari wilayah Yangon.

Myint Swe selama ini dikenal sebagai tokoh aliran garis keras. Dia memiliki hubungan dekat dengan mantan jenderal senior Than Shwe. Selama memimpin rezim militer pada 1992-2001, Than Shwe juga dikenal sebagai pemimpin garis keras. Myint Swe pernah mengepalai Departemen Keamanan Militer.

Tahun lalu Myint Swe mendulang banyak kritik karena telah memerintah milisi sipil menindak mahasiswa yang melakukan protes di Yangon. Orang-orang suruhan Myint Swe itu tertangkap kamera telah memukuli dan menyeret deĀ­monstran dengan menarik bagian leher. Itu adalah taktik tangan besi yang kerap diterapkan rezim militer.

Pencalonan kali ini bukan yang pertama bagi Myint Swe. Pada 2012, dia pernah diusulkan untuk menggantikan wakil presiden kala itu. Namun, dia tidak pernah mengiyakan. Beberapa media melaporkan bahwa Myint Swe tidak bisa menerima jabatan tersebut karena salah seorang anggota keluarganya berkewarganegaraan asing. (AFP/The Wall Street Journal/sha/c4/any)

Respon Anda?

komentar