Perkawinan Hantu, Tradisi Lama Dilakukan Lagi

598
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Di beberapa wilayah terpencil di China, pria yang meninggal dengan status lajang jasadnya diambil dan dinikahkan dengan mayat perempuan. Tradisi horor yang dikenal sebagai “perkawinan hantu” itu sejatinya dilarang di China, tapi kini muncul lagi di wilayah Provinsi Shanxi.

Ritual ini sangat populer pada abad ke-10 selama Dinasti Song berkuasa.

“Perkawinan hantu” yang dianggap sebagai adat tradisional itu secara resmi dilarang setelah berdirinya Republik Rakyat China pada tahun 1949. Pada 23 Februari 2016, kantor berita Xinhua, melaporkan bahwa di Hongtong county, Provinsi Shanxi selatan, ada setidaknya tiga lusin kasus pencurian mayat perempuan selama tiga tahun terakhir.

Menurut media Pemerintah China itu, mayat-mayat yang dicuri digunakan untuk ritual “perkawinan hantu”.  Jika mayat perempuan sudah menjadi kerangka, maka akan diperkuat dengan kawat baja dan diberi pakaian. Setelah itu, mayat perempuan itu dikuburkan bersama seorang pria lajang yang baru meninggal, yang disebut sebagai ”pengantin hantu”.

Banyak orang pedesaan di wilayah itu percaya jika anggota keluarga laki-laki meninggal dan belum menikah, mereka harus menemukan  pendamping untuk menemaninya di akhirat. Selain itu, ada juga sejumlah alasan lain di balik ritual ”perkawinan hantu” itu. Salah satunya, mereka percaya kegagalan untuk menemukan pasangan bagi anggota keluarga laki-laki sampai yang bersangkutan akhirnya meninggal, maka akan membawa sial.

Ritual aneh itu memicu kenaikan harga mayat perempuan curian hingga 100.000 yuan. Ritual itu sekilas terdengar mengejutkan jika masih dipraktikkan di China, yang populasinya 1,4 miliar jiwa dan telah menjadi negara yang berkembang pesat.

Menurut laporan Xinhua, karena kekayaan warga di China meningkat, praktik dengan menggunakan mayat sungguhan kini dihidupkan kembali di beberapa daerah pedesaan di Provinsi Shanxi, Provinsi Henan utara dan Provinsi Shaanxi. Bahkan Wakil Direktur China Folk Literature and Art Association; Chang Sixin, mengatakan dalam ritual ini ada biro perjodohan dan perusahaan untuk memasangkan bujangan yang meninggal dengan mayat wanita.

Respon Anda?

komentar