Rusuh Tubaba, Tiga Nyawa Melayang, Tiga Rumah Juga Ludes Dibakar

592
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dok JPNN
Ilustrasi. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Tiga warga dilaporkan tewas akibat bentrok antar dua kelompok masyarakat penggarap lahan di Register 44, Kecamatan Gunungterang dan Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tuba), Lampung, Jumat (11/3).

Selain itu, massa juga membakar tiga unit rumah. Masing-masing rumah Irawan Liyas, Irawan Mustabir, dan Bus Mattaib. Ketiga rumah tersebut kini rata dengan tanah dan hanya tinggal debu.

Meski demikian belum diketahui siapa nama-nama warga yang meninggal tersebut. Hingga Pukul 21.20 WIB tadi malam, situasi telah dapat dikendalikan aparat kepolisian Polres Tuba dan Brimob Polda Lampung.

Seperti dikutip dari Radar Lampung, peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 12.30 WIB. Menjelang Salat Jumat, seratusan orang Bali mendatangi Pos I tempat Irawan cs berkumpul.

Kedatangan mereka untuk menjemput 3-4 orang Bali penggarap lahan di Register 44 yang disandera kelompok Irawan cs di sana. Namun setibanya di sana, pemasalahan bukannya selesai, malah memicu bentrok antara kedua kelompok.

Diduga penyanderaan Irawan cs lantaran mereka menganggap bahwa warga Bali penggarap lahan tersebut mengambil lahan Umbulan (blok lahan kebun, Red) milik mereka.

Karena itu, mereka pun meminta agar lahan tersebut dikembalikan, namun hal itu hanya merupakan harapan dari kelompok Irawan, sebab warga Bali penggarap lahan tidak kunjung mengembalikan dengan alasan mereka telah membelinya. Puncaknya beberapa hari yang lalu Irawan menyandera 3-4 orang.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui dari pihak mana yang meninggal dunia. Namun berkembang informasi bahwa ada tiga orang yang telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Menggala (RSUD) Menggala, Tuba dalam keadaan meninggal dunia.

Ketiga korban dalam kondisi yang mengenaskan lantaran mengalami luka yang sangat parah, seperti luka di dada, punggung, tangan, kepala dan berbagai organ tubuh lainnya. Bahkan satu orang korban meninggal dunia mengalami putus tangan kanan.

Kapolda Lampung Brigen Pol. Drs. Ike Edwin langsung turun ke lokasi sekitar Pukul 18.15 WIB tadi sore untuk menenangkan situasi. Sebab telah ada ribuan warga yang berbondong-bondong ke lokasi kejadian.

“Ya kejadian di pos I, sekitar Pukul 12.30-14.30 WIB. Pak Kapolda sudah ada di lokasi, aparat dari Polres Tuba juga telah memberikan rasa aman bagi warga setempat,” katanya.

Asisten I Pemkab Tubaba, Hi. Agus Subagyo, S.H. membenarkan adanya informasi tersebut. Pihaknya bersama Sekda Tubaba Herwan Sahri serta Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan MM tengah menuju lokasi dan belum dapat berkomentar terkait kejadian yang sebenarnya. (JPG)

Respon Anda?

komentar