Anak Pesantren Ditikam di Batu Besar

2033
Pesona Indonesia
Polisi mengamankan lokasi kejadian. Foto: AS/facebook
Polisi mengamankan lokasi kejadian. Foto: AS/facebook

batampos.co.id – Seorang anak pesantren di Batu Besar ditikam oleh orang tak dikenal di sekitar simpang empat Batu Besar, Nongsa, Sabtu (12/3/2016) malam.

Informasiyang diperoleh batampos.co.id, penikaman bermula saat seorang anak santri keluar membeli makan tak jauh dari simpang empat lampu merah Batu Besar.

Saat itu, ia dihampiri sekelompok anak-anak yang diduga anggota geng motor. Si santri kemudian di dekati oleh anak-anak tadi lalu meminta uang.

Dengan terpaksa santri tadi akhirnya memberikan beberapa lembar rupiah. Lalu si santri pulang dan menceritakan pada rekan-rekannya sesama santri lainnya.

Sang santri kemudian kembali ke tempat dia di palak bersama teman-temannya. Di sana ia bertemu dengan sang pemalak kemudian terjadi adu mulut.

Saat suasana panas, si santri yang tak menduga kalau pemalak membawa senjata tajam terkejut saat pemalak tadi menikamnya. Rekan santri lainnya menciba membantu, namun sang pemalak juga kembali melayangkan pisaunya.

“Jadi ada dua anak santri yang luka,” ujar warga di sekitar lokasi.

Usai menikam, pelaku dan rekan-rekannya kabur. Sementara dua santri yang luka dilarikan warga ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) untuk mendapatkan perawatan.

Belum diketahui apakah santri yang jadi korban penikaman itu berasal dari Pondok Pesantren Darul Falah Batu Besar atau dari Ponpes Al-Fateh.

Saat ini, polisi dari Polsek Nongsa masih mendalami kasus ini. (nur)

Respon Anda?

komentar