Buka Kebun Kopi di Hutan Lindung 9 Petani Bengkulu Diburu Polisi

1532
Pesona Indonesia
kapolreslepahiang
Kapolrels Kepahiang AKBP H Iskandar ZA SIK

batampos.co.id – Polres Kepahiang, Bengkulu, memburu sembilan orang petani perambah Taman Wisata Alam (TWA) Desa Bukit Menyan Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang.

Petani tersebut disinyalir merusak kawasan TWA dengan membuka kebun kopi, sehingga menyebabkan kawasan hutan lindung beralih fungsi.

Kapolres Kepahiang, AKBP H Iskandar ZA SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu M Indra Parameswara mengatakan, mereka tengah menunggu keterangan saksi ahli untuk memberkas perkara perambahan TWA tersebut.

Namun, dari data kepolisian sudah diketahui bila ada sembilan warga penggarap yang disinyalir sebagai perambah TWA itu.

“Dari nama-nama yang kita dapati pada pengumpul itu, ada nama-nama warga sebanyak sembilan orang,” kata Kasat Reskrim.

Indra menyebutkan, bila penyidikan dugaan perambahan hutan TWA bermula ketika pengungkapan kasus penggelapan pupuk subsidi dengan tersangka Dirman (50), warga Desa Bukit Menyan. Dirman membeli kopi-kopi warga yang berkebun di kawasan TWA.

“Tersangka sudah divonis lima tahun, tapi untuk perkara pupuknya. Kalau perambahan ini kita masih menunggu saksi ahlinya,” katanya.

Menurutnya, permbahan sudah berlangsung sejak lama, karena Dirman sendiri sudah membeli kopi hasil perembahan hutan sejak 2013 lalu. “Pengakuan tersangka demikian, sekarang kita masih lengkapi berkasnya untuk perkara perambah hutan TWA,” tuturnya. (asp/bengkuluekspress.com/JPG)

 

Respon Anda?

komentar