Diduga Beri Uang ke Pegawai Lapas, Napi Berhasil Kabur dari Penjara

809
Pesona Indonesia
Foto/ilustrasi: Alternet
Foto/ilustrasi: Alternet

batampos.co.id – Narapidana kasus narkoba, Errius bin Yusril, berhasil melarikan diri alias kabur dari Lapas Narkoba Kelas II A Tanjungpinang di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Minggu (6/3). Kaburnya napi ini, diduga adanya unsur kesengajaan dari pegawai lapas karena telah menerima uang sebesar Rp 5 juta dari tahanan tersebut.

Dari Informasi yang didapat, tahanan asal Tanjungpinang ini ditetapkan sebagai tersangka bandar narkoba pada 2014 lalu oleh pihak kepolisian. Kemudian dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, tersangka terbukti bersalah dan divonis dengan sanksi hukuman enam tahun kurungan penjara. Namun baru dua tahun masa tahanan dijalani, pelaku kabur dari Lapas Narkoba Kelas II A Tanjungpinang.

Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kepri, Rinto Gunawan membenarkan adanya salah satu napi kasus narkoba bernama Errius bin Yusril yang kabur dari Lapas Narkoba Kelas II A Tanjungpinang sepekan yang lalu. Saat ini pihak Kanwil Kemenkumham Kepri bersama Lapas Narkoba terus melakukan peroses penyelidikannya.

“Semenjak dikabarkan Errius kabur. Pihak Kanwil dan Lapas langsung melakukan penyelidikan. Bahkan Pegawai Lapas, MN yang diinformasikan menerima suap Rp 5 juta itu sudah kami periksa. Mungkin pekan ini sudah bisa diketahui terkait kaburnya napi tersebut apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian,” sebutnya.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan tim dari Kanwil Kemenkumham dan Lapas Narkoba Kelas II A Tanjungpinang. Peristiwa ini bermula, Minggu (6/3), saat Errius meminta kepada Pegawai Lapas, MN agar diberikan izin menjenguk istrinya yang lagi sakit dan sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Batu 8, Tanjungpinang.

Atas dasar unsur kemanusiaan, lanjutnya, MN akhirnya mengabulkan permintaan Errius. Dengan menumpangi mobil tahanan, MN mengantarkannya ke RSUP Kepri. Setibanya di RSUP Kepri, MN mengantarkan dan mengawal Errius hingga ke ruangan tempat istrinya dirawat. Melihat kondisi di ruangan tersebut sepi, Errius mulai beraksi mengelabui MN dengan berpura-pura buang air kecil ke belakang. Karena terhanyut dengan suasana serta tak merasa curiga dengan gelagat Errius, MN mengizinkannya hingga beberapa menit kemudian didapati Errius sudah tidak berada di tempat bahkan menghilang dari kawasan RSUP Kepri tersebut.

“Mungkin ini kelalaian MN yang dengan mudahnya percaya dan mengizinkan Errius permisi ke toilet. Tapi kita tidak mudah mempercayai pengakuan dari MN. Kita tetap mencari tahu apakah Errius ini kabur saat izin ke toilet atau loncat dari mobil yang ditumpanginya,” jelasnya.

Saat ini tim penyelidik sedang mensinkronkan pernyataan dari MN dengan pernyataan dari istri tersangka. Karena dari info penyelidikan yang didapatinya, Errius berhasil kabur di Kawasan Batu 8, Tanjungpinang. Namun belum diketahui kronologis pastinya Errius kabur baik dengan cara lompat dari mobil atau mengelabui MN dengan modus ke toilet. Kemudian juga tim penyelidik sedang mengorek informasi dari istri tersangka untuk mencari tahu keberadaan Errius. Karena dari informasi yang berkembang, Errius masih bersembunyi di Tanjungpinang.

“Pengakuan inilah yang akan kita sinkronkan. Jika terbukti MN lalai, maka akan diganjar hukuman disipliner. Namun jika terbukti benar menerima uang Rp 5 juta. Maka MN akan dipecat dan kasusnya akan diserahkan ke polisi. Sedangkan terkait kaburnya Errius, Kanwil, Lapas dan Polres Tanjungpinang serta Bintan masih melakukan pencarian,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar