Gerebek Judi Polisi Nyaris Dikeroyok Pemain

732
Pesona Indonesia
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan. foto:yusnadi/batampos
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang menggerebek lapak judi dadu (cingkoko) yang berlokasi di samping Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Tanjungpinang, Kampung Bugis, Sabtu (12/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Hasilnya petugas berhasil menangkap tiga orang yang terdiri dari satu bandar dan dua pemain.

Ketiga orang ang ditangkap tersebut yakni KH (43) yang bertindak sebagai bandar, NR (44) dan AT (46). Kesemuanya tersebut warga Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan mengatakan pengungkapan dan penangkapan terhadap ketiga orang pelaku judi ini dilakukan pihaknya setelah mendapat informasi dari masyarakat.

”Informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan. Ternyata benar ada aktifitas perjudian di samping SMP Negeri 11 itu yang sudah berlangsung tiga bulan terakhir,’ ‘ujar Andri, Minggu (13/3).

Andri menceritakan, pada saat melakukan penggrebekan di sana, ia dan jajarannya sempat mendapat perlawanan dari para pemain judi yang jumlahnya belasan orang.

”Mereka tidak tahu kami dari Polres, sempat dikelilingi kami sama pemain judi itu. Tapi begitu tahu kami Polisi langsung pada kabur,” cerita Andri.

Dikatakan Andri, pihaknya pun tidak bisa melakukan penangkapan terhadap kesemua orang yang berjudi disana. Karena pada saat turun ke lokasi tidak seluruh anggota yang ikut.

”Kami tidak sampai 10 orang ke TKP. Karena bagi-bagi tugas pengungkapan kasus lainnya. Sementara mereka belasan orang, yang penting kami bisa memberantas penyakit masyarakat jenis judi ini,” kata Andri.

Dari penggerebekan yang dilakukan jajarannya, lanjut Andri, selain menangkap bandar dan dua pemain, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti untuk aktifitas perjudian tersebut.

”Dua set dadu beserta mangkok untuk mengguncangnya, uang tunai Rp 774 ribu dan satu lembar lapak cingkoko,” sebut Andri.

Saat ini, terang Andri, baik bandar dan pemain yang ditangkap tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif guna proses hukum lebih lanjut.

”Sudah kami tahan. Ketiga tersangka dijerat dengan dengan pasal 303 Kuhpidana tentang perjudian. Mereka terancam hukuman penjara selama 10 tahun,”pungkas Andri.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar