Harga Cabai Merah Meroket Hingga Rp68 Ribu Perkilogram

448
Pesona Indonesia
ilustrasi. foto:dok
ilustrasi. foto:dok

batampos.co.id – Harga jual cabai merah di pasar Moro meroket hingga menembus Rp 68 ribu per kilogram. Sebelumnya harga bumbu penyedap masakan ini, hanya dijual berkisar Rp 35 ribu per kilogram.

Harga cabai rawit pun turut terdengkorak hingga Rp54 ribu per kilo, dari sebelumnya hanya kisaran Rp32 ribu per kilo. Tingginya harga jual cabai ini, membuat warga mengeluh.

“Saya sempat kaget waktu beli cabai merah sudah melambung tinggi Rp 68 ribu per kilo. Karena tingginya harga jual, mau tak mau saya hanya membeli dua ons Rp13.600,” tutur Rosana, Sabtu (12/3) lalu.

Ibu rumah tangga ini, mengaku hanya membawa uang belanja sebesar Rp100 ribu. Untuk mencukupi belanja, terpaksa Rosana mengirit. “Saya beli bumbu penyedap masakan cukuplah untuk dua kali masak. Selebihnya dibelikan ikan dan sayuran,” ungkap Rosana sambil menenteng belanjaannya.

Disebutkan, tidak saja harga cabai merah dan cabai rawit yang naik meroket di pasar. Tapi juga harga kebutuhan dapur lainnya seperti bawang putih hargnyaa Rp40 ribu per kilo, tomat harga Rp36 ribu per kilo, wartel harga Rp28 ribu per kilo, kol harga Rp12 ribu per kilo, gambus harga Rp14 ribu per kilo, bayam harga Rp16 ribu per kilo dan sawi harga Rp18 ribu per kilo.

Salah seorang pedagang yang enggan dikorankan namanya mengaku, hampir semua kebutuhan dapur melonjak naik. Seperti bumbu masak cabai merah harga Rp68 ribu atau naik 100 persen. Soalnya, barang kebutuhan dapur sehari-hari dipasok dari luar daerah.

“Harga beli sudah melonjak dari luar. Jadi, mau tak mau harga cabai merah dan lainnya terpaksa ikut naik di pasar Moro,” bebernya.

Tentu hal itu sudah dihitung ongkos tambang kapal dan ongkos angkut dari pelabuhan ke pasar Moro. “Jadi kenaikan harga dagangan yang dijual di pasar Moro itu, bukan sesuka hati menaikkannya, akan tetapi harga itu disesuaikan dengan harga beli dari luar daerah ke Moro,” tuturnya. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar