Kepala Daerah Mau Pakai Narkoba? Ini Warning dari Pak Buwas

872
Pesona Indonesia
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso. Foto: dokumen JPNN.Com
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Kasus Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviandi yang ditangkap karena kasus narkoba membuat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso geram. Buwas -sapaannya- tak akan kompromi dengan pejabat publik yang menyalahgunakan narkoba.

Bekas kepala Bareskrim Polri itu mengatakan, kasus Wazir menjadi bukti bahwa narkoba sudah menembus semua lapisan masyarakat. “Ini bukti bahwa narkoba tidak pandang bulu, status, profesi, tapi semua lini bisa ditembus,” ujar Buwas -sapaan Budi Waseso- di markas BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/3).

Ia menegaskan, bupati mestinya bisa menjadi panutan warga. Karenanya BNN tak mau kompromi dengan pejabat publik yang menyalahgunakan narkoba. “Ini memang harus diambil tindakan tegas,” ujar Buwas.

Parahnya, kata Buwas menegaskan, Wazir juga menunjukkan sikap yang tak kooperatif. Sebab, Wazir saat hendak ditangkap justru melawan.

Menurut Buwas, kepala daerah tidak seharusnya bersikap arogan. “Kepala daerah bukan segala-galanya, dan jangan bersikap arogan. Jangan ada negara di dalam negara,” kata Buwas.

Ia menambahkan, BNN tidak akan gentar menghadapi perlawanan-perlawanan seperti yang dilakukan Wazir Cs ini. Sebab, BNN akan melibatkan TNI dan Polri jika sampai menghadapi perlawanan saat hendak menangkap pelaku narkoba. “Kita tidak gentar, tidak takut dan harus tegas,” katanya.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar