Mantap! Pelaku Wisata Mandeh Disertifikasi

587
Pesona Indonesia
Kawasan Wisata Mandeh. Foto: Posmetropadang.co.id
Kawasan Wisata Mandeh. Foto: Posmetropadang.co.id

batampos.co.id — Sebanyak 40 orang anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di delapan nagari di kawasan wisata bahari terpadu Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, kembali mendapatkan pemberdayaan dari para pegiat pariwisata Sumbar.

Pokdarwis yang mendapatkan pemberdayaan tersebut bergerak di bidang kuliner, homestay, pemandu boat dan selam. Kegiatan ini diadakan dua hari, Minggu dan Senin (13-14/3) di Sei Nyalo Mudik Air dan Kota Pariaman.

“Tujuan kegiatan ini agar anggota kelompok ekowisata semakin memiliki pemahaman dan ikut berperan serta dalam menyambut perkembangan pariwisata Mandeh yang telah mulai mendunia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif Gunawan kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (13/3).

Ia menyebutkan, kegiatan ini adalah kelanjutan dari studi banding yang dilakukan akhir 2016 lalu. Pemberdayaan ini, memang harus dilakukan segera karena perkembangan pariwisata Mandeh telah berjalan.

Seiring dengan itu, masyarakat harus bisa ikut berperan serta dalam perkembangan pariwisata atau menjadi pelaku pariwisata. “Kita berharap anggota kelompok sadar wisata ini bisa berperan langsung nantinya,” ujarnya.

Pegiat pariwisata Sumbar M Zuhrizul menyebutkan, proses pemberdayaan masyarakat harus terus dilakukan. Studi banding tersebut dilakukan agar memberikan pengetahuan kepada masyarakat sehingga ke depan masyarakat dapat berperan langsung.

“Sebab, dalam pengembangan kawasan Mandeh menjadi destinasi andalan pariwisata, selain kelengkapan sarana dan prasarana, proses pemberdayaan masyarakat juga mesti dilakukan secara berkelanjutan. Ini bertujuan agar masyarakat siap menghadapi kemajuan pariwisata,” ujar owner Ikarsa Tour ini.

Sebuah kawasan wisata yang baik, katanya, tidak hanya mengedepankan objek wisata unggulan. Namun, harus ditunjang masyarakat yang sudah menyadari seberapa besar potensi wisata yang ada di daerah tersebut.

Zuhrizul memaparkan, kegiatan pemberdayaan yang akan dilaksanakan tersebut merupakan kelanjutan pemberdayaan sebelumnya. “Kita akan membuat sertifikasi bagi para pelaku wisata dengan harapan para pelaku wisata di kawasan Mandeh adalah pelaku wisata profesional,” katanya.

Ditambahkannya, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat ke arah lebih baik, terutama dalam bidang kepariwisataan. Sebuah kawasan wisata tidak saja keindahan yang akan dinikmati wisatawan, namun juga akses yang lancar.

“Alam yang elok tersebut belumlah dapat maksimal memberikan multiplier effect secara ekonomi terhadap masyarakat. Selama ini, masyarakat cenderung sebagai penonton dan tidak terlibat langsung dalam aspek ekonomi pariwisata. Bahkan, ada kecenderungan penurunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu pemda harus lebih proaktif melakukan pemberdayaan kepada masyarakat guna meningkatkan SDM mereka, jika ingin kawasan Mandeh menjadi destinasi wisata andalan.(JPG)

Respon Anda?

komentar