Operasional Pelabuhan Tanjungberakit Digesa, Jangan Diulur-ulur

508
Pesona Indonesia
Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat meninjau Pelabuhan Berakit. foto:fatih/batampos
Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat meninjau Pelabuhan Berakit. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Bila pariwisata adalah keniscayaan, Bupati Bintan Apri Sujadi meminta segala pihak bisa bergandeng tangan. Membangun sektor pariwisata yang komperehensif, kata dia, mesti dibarengi dengan kerja-kerja bersama. Tak segalanya bisa bergantung pada pemerintah daerah yang punya kebatasan anggaran dan wewenang kebijakan.

Termasuk juga dalam penuntasan pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjungberakit. Apri menyatakan, pekerjaan rumah terakhir dari rangkaian panjang pembangunan pelabuhan di ujung utara Pulau Bintan ini adalah pendalaman alur. “Kalau bisa ya tak usah diulur-ulur. Karena kalau alurnya sudah beres, semua langsung bisa difungsikan,” ujarnya, kemarin.

Karena sedari mula proyek pembangunan pelabuhan Tanjungberakit ini dibiayai Kementerian Perhubungan, penyelesaian teknis-teknis selanjutnya pun masih bersumber dari lumbung dana yang sama. Sehingga Apri berjanji semampu mungkin agar pendalaman alur bisa lekas digarap sebelum pertengahan tahun ini.

“Tugas pemerintah daerah kan memang begitu. Mengingatkan dan melobi,” ujar bupati yang baru sebulan menjabat ini.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun juga sudah menyempatkan diri meninjau pelabuhan internasional ini. Menurut Nurdin, keberadaan pelabuhan yang bakal melayani penyeberangan dari dan ke Bintan-Johor ini bisa memberikan tuah tersendiri.

“Karena bisa menjadi pintu masuk alternatif bagi wisman yang hendak melancong ke kawasan pesisir timur Bintan. Dengan begitu jumlah kunjungan wisman pasti meningkat,” ucap mantan Bupati Karimun ini.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kepri, siap mendukung dan berupaya keras agar pelabuhan yang dibangun melalui anggaran pemerintah pusat ini bisa beroperasi tahun ini.

“Karena selama ini turis yang mau ke Pantai Trikora itu harus masuk lewat Lagoi dulu. Jaraknya jauh sekali. Kalau lewat Berakit bisa lebih dekat. Dan ini akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi turis-turis yang berasal dari Malaysia,” kata Nurdin.

Dalam proses pengerjaan renovasi Pelabuhan Tanjungberakit tahun 2015 kemarin, ada dana sebesar Rp 7,3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan (APBN-P) tahun 2015, yang dalam pengawasan satuan kerja dari Kemenhub RI. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar