Sepekan Sudah 7 Kali Kebakaran, Warga Diimbau Tak Sembarang Bakar Lahan

460
Pesona Indonesia
Kebakaran lahan di komplek Masjid Agung Natuna. foto:aulia rahman/batampos
Kebakaran lahan di komplek Masjid Agung Natuna. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Lahan di komplek Masjid Agung Natuna kembali terbakar. Kebakaran lahan itu hampir menghanguskan kantor Kecamatan Bunguran Timur.

Tidak hanya itu, kebakaran lahan hampir merembet ke pemukiman rumah warga dan lampu penerangan jalan komplek masjid agung, sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (13/3).

Setelah hampir tiga jam berjibaku, petugas pemadam kebakaran Pemkab Natuna dibantu dua unit mobil damkar Lanal Ranai api berhasil dijinakkan, sebelum merembet di perumahan anggota DPRD di Kampung Puak.

“Alhamdulilah, kita dibantu mobil pemadam Lanal. Kalau tidak, api bisa meluas sampai pemukiman warga, apalagi ada kantor kecamatan,”ujar El Kadar, Kasi Damkar Pemkab Natuna.

Sementara kondisi fisik mobil pemadam, kata Elkadar, hanya 50 persen. Bahkan tidak memiliki anggaran operasional.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Arif Badrudin menyarankan, pembentukan badan penanggulan bencana daerah harus digesa. Agar pemerintah daerah lebih memperhatikan pemadam kebakaran, bahan bakar pun dibantu Lanal untuk operasikan mobil pemadam.

Dikatakan Arif, sepakan terakhir sudah 7 titik terjadi kebakaran lahan di Ranai. Jika dibiarkan dan pasrah, bakal menimbulkan kerugian besar.

“Saya sarankan pemerintah segera bentuk BPBD, supaya penanggulan bencana lebih maksimal,” kata Arif turun mengkoordinir di lapangan di lokasi kebakaran.

Selama sepekan ini katanya, Lanal sudah menghabiskan 3 ton BMM untuk membantu petugas damkar pemerintah daerah. Dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dan tiga mobil tanki air.

Disatu sisi sambungnya, masyarakat diharapkan tidak sembarangan membakar lahan untuk buka lahan pertanian. Jika tidak terkontrol, berakibat kebakaran merembet di lahan warga sekitar dan pemukiman warga.

“Sepekan ini sudah 15 hektare lahan terbakar, karena warga buka lahan,” ujar Arif.

Danlanal mengatakan, pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian kepada pemadam kebakaran, baik di sisi anggaran maupun sarana prasarana. Dan membuat peraturan daerah tentang pembakaran lahan.

“Sebelum kebakaran di komplek masjid ini, tadi sudah terjadi kebakaran lahan di perumahan warga di kampung Sual, akibat pembukaan lahan dengan dibakar sembarangan, lalu tidak terkontrol,” ujar Danlanal.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar