Buwas Janji Seret Bupati Ogan Ilir ke Penjara

760
Pesona Indonesia
Tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Bupati Ogan Ilir, A.  Wazir Nofiandi berjalan masuk saat tiba di Gedung BNN, Jakarta, Senin (14/3/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Bupati Ogan Ilir, A. Wazir Nofiadi berjalan masuk saat tiba di Gedung BNN, Jakarta, Senin (14/3/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso berjanji akan menyeret Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, AW Nofiadi, ke penjara karena tertangkap tangan oleh BNN menggunakan narkoba jenis sabu.

“Tidak ada lagi istilah yang bersangkutan korban,” tegas Komjen Buwas saat jumpa pers di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (16/3/2016).

Nofiadi tiba di kantor BNN sekitar pukul 14.30 WIB, Nofi  hadir dalam jumpa pers tersebut. Dia duduk di sebelah Buwas. Kondisinya masih teler, belum bisa ditanyai petugas maupun wartawan.

Buwas menegaskan bahwa Nofiandi, bupati 27 tahun yang akan menikah 30 April nanti, merupakan pengguna narkotika dalam jangka waktu yang lama. “Pendek kata, dia bukan korban yang biasanya hanya dihukum dengan rehabilitasi,” tegas Buwas.

Bila Nofiandi dianggap sebagai korban narkoba, kata Buwas, maka tak akan ada efek jera kepada bupati yang menduduki jabatan yang ditinggalkan ayahnya itu. “Dia (Nofiadi) sudah lama menggunakan (narkoba). Bukan korban.”

“Tidak mengenal profesi, semua bidang bisa disentuh. Bagaimana seseorang menjadi panutan masyarakat tetapi dia menyalahgunakan narkoba,” sesal Buwas.

Diketahui, Nofi ditangkap Minggu (13/3/2016) malam di kediaman orang tuanya Jl Musyawarah di Palembang. Ia diduga sedang mengonsumsi narkoba. Selain Nofi, ada 18 orang lainnya diciduk, termasuk Wakil Bupati Ilyas Panji Alam dan anggota DPRD Ogan Ilir. Hanya saja, mereka tak terbukti menggunakan narkoba.

“Yang diciduk belum tentu ada hubungannya. Kita periksa kemarin negatif. Berarti enggak ada hubungannya, yang kita bawa yang positif (tes urine) saja,” ujar Buwas.

Soal siapa saja anggota dewan dimaksud, Buwas tak bersedia merincinya karena tak terkait kasus. Hanya saja, BNN berencana memanggil ayah Nofiandi, Ir H Mawardi Yahya, yang juga pernah menjabat Bupati Ogan Ilir. Kemungkinan ayah Nofiandi akan ditanya seputar kehidupan Nofiandi. “Pasti kita panggil (ayahnya),” imbuh Buwas.

Saat petugas menggeledah rumah yang dipakai pesta sabu tersebut ada beberapa orang di rumah. Tetapi yang terbukti dari tes urine hanya 5 orang saja. “Yang dibawa ke Jakarta ini adalah 5 orang yang ketika tes urine positif menggunakan narkoba,” ucapnya.

Kelimanya, Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi; Tangan kanan bupati Murdani (29);  Deni Afriyansyah (31), PNS Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur; Juniansyah, sekuriti rumah pribadi; dan Faizal Roche alias Icl alias Icn (38), PNS Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar.

Semua tersangka itu, akan dijerat dengan undang undang narkotika. Ancaman hukumannya mulai dari 4-12 tahun penjara. “Mereka terjerat Pasal 112 Ayat 1, Pasal 27 Ayat 1 A. Ancaman pidana penjara minimal 4 tahun maksimal 12 tahun. Yang bersangkutan tertangkap oleh petugas,” ungkap Buwas lagi.

Nofi  merupakan putra dari Bupati Ogan Ilir sebelumnya, Ir H Mawardi Yahya. Nofi menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OI periode 2014-2019 dari Partai Golkar sebelum terpilih menjadi Bupati Ogan Ilir.  (jpnn)

Baca Juga:
> Bupati Terlibat Narkoba: Tim Gabungan BNN Buru Pihak Lain
> Terlibat Narkoba, Bupati Ogan Ilir Ditangkap BNN
> Pak Buwas Bisa Setingkat Menteri, tapi BNN Tak Mungkin Setara Kementerian
> Buru Bandar Kakap Narkoba, BNN Boleh Menyadap
> BNN Usulkan Aset Bandar Narkoba Disita untuk Operasional

Respon Anda?

komentar