DPRD Natuna Sarankan Proyek Astaka MTQ Segera Dibayar

745
Pesona Indonesia
Raja Marzuni, Ketua Komisi I DPRD Natuna beserta anggota komisi I dan Camat Bunguran Utara Izhar membahas kendala persiapan MTQ. foto:aulia rahman/batampos
Raja Marzuni, Ketua Komisi I DPRD Natuna beserta anggota komisi I dan Camat Bunguran Utara Izhar membahas kendala persiapan MTQ. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Natuna Raja Marzuni menegaskan, agar pemerintah daerah memprioritaskan pelunasan utang proyek pembangunan astaka MTQ di Kelarik Kecamatan Bunguran Utara.

Dikatakan Marzuni, saat ini pihak perusahaan sudah menyampaikan pendapat, dan tidak mengizinkan pemerintah daerah menggunakan astaka untuk pelaksanaan MTQ sebelum utang proyek dibayarkan.

“Komisi I sarankan pemerintah daerah prioritaskan utang proyek pembangunan astaka MTQ di Kelarik. Soal audit, bisa dikesampingkan, karena menyangkut waktu pelaksanan MTQ sudah terdesak,” sebut Marzuni, Senin (14/3) saat pertemuan membahas kendala persiapan MTQ dengan Pemerintah Kecamatan Bunguran Utara.

Marzuni mengatakan, pemerintah daerah secepatnya dapat mengucurkan anggaran untuk kegiatan MTQ tingkat kabupaten yang dijadwalkan 25 April mendatang di Kelarik. Mengingat banyak persiapan yang perlu dibenahi. Salah satunya astaka yang mesti diperlebar lagi.

“Akses jalan dan jembatan paling lambat 10 hari sebelum pelaksanaan MTQ dimulai sudah selesai diperbaiki. Kalau tidak, akan menelan korban, karena jalan dan jembatannya kondisi rusak parah,” ujar Marzuni.

Dikatakan Marzuni, dalam pelaksanaan MTQ tahun ini DPRD banyak mengucapkan terima kasih kepada pihak Lanal Ranai. Sudah bersedia membantu kekurangan pemerintah daerah mensukseskan MTQ bulan depan. Diantaranya membantu mobilisasi kafilah, bahkan bersedia membantu tiga unit mobil tanki air untuk memasok kebutuhan air.

Sementara Camat Bunguran Utara, Izahar mengaku, kendala persiapan MTQ tahun ini adalah pemerintah kecamatan belum menerima kucuran anggaran untuk melakukan persiapan, sementara waktu semakin mendesak.

“Kami kawatir selaku tuan rumah, pelaksanaan MTQ tahun ini kurang maksimal. Waktu persiapan tinggal menghitung hari,” sebut IZhar.

Sementara Sekda Pemkab Natuna Syamsurizon mengatakan, setelah pembagian DPA kepada masing SKPD dan bagian, kegiatan sudah bisa dilaksanakan. Persoalan anggaran MTQ sudah bisa dikucurkan, dan utang proyek astaka dan lainnya bisa dibayarkan segera.

“Kebutuhan anggaran MTQ sudah bisa dikucurkan sekarang melalui bagian Kesra, setelah menyerahkan dokumen PPTK,” katanya. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar