Gubernur: DKN Jangan Susahkan Masyarakat Kepri

691
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri HM Sani berbicara dalam sosialisasi Pengembangan Pulau Batam di Swiss Belhotel Harbour Bay Batam, Senin (14/3/2016). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri HM Sani berbicara dalam sosialisasi Pengembangan Pulau Batam di Swiss Belhotel Harbour Bay Batam, Senin (14/3/2016). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Keputusan pembentukan Dewan Kawasan Nasional (DKN) yang mengakuisisi Badan Pengusahaan Batam sudah tidak mungkin lagi diperdebatkan. Beberapa hari terakhir, DKN juga intens menggelar sosialisasi di Batam. Langkah demi langkah kerja juga sudah mulai diagendakan. Dalam waktu dekat, DKN sudah bakal berjalan sebagaimana aturan yang dibunyikan. Tapi, Gubernur Provinsi Kepri, Muhammad Sani hanya punya satu permintaan kecil.

“Selama ini kan menjadi tanda tanya mengenai keputusan pemerintah pusat membentuk DKN. Saya yakin itu adalah keputusan terbaik untuk menjadikan Batam lebih baik. Hanya satu saja yang berulang kali saya tekankan kepada mereka, jangan sampai menyusahkan masyarakat,” ungkap Sani, Senin (14/3) di Tanjungpinang.

Sani tidak memungkiri, seluruh masyarakat Provinsi Kepri, terlebih masyarakat Kota Batam, menitip harapan besar agar keberadaan DKN di Batam bisa memperbaiki keadaan sekaligus kejayaan Kota Batam sebagaimana di era-era dahulu. Terlebih, harapan yang dititipkan ke DKN itu juga berupa perecepatan pembangunan Kota Batam, yang selama beberapa waktu terkhir dirasa jalan di tempat sebab permasalahan-permasalahan yang masih menumpuk.

“Karena itu, saya juga sudah sampaikan tiap kali rapat dengan DKN. Memperbaiki Batam tidak semudah membalikkan telapak tangan. Masih ada banyak hal yang mesti dibenahi. Dan ini harus diperhatikan dan dikerjakan bersama-sama,” kata Sani.

Dalam waktu dekat ini, Sani menuturkan, masih ada sejumlah agenda rapat bersama DKN di pusat. Sani ingin menegaskan, sebisa mungkin dirinya beserta anggota DKN lain dari Kepri memperjuangkan yang terbaik bagi Kota Batam. Termasuk juga kandidat ketua dewan kawasan Batam yang sudah diberikan Sani ke DKN. “Saya belum bisa beritahu hari ini. Tapi saya jamin itu yang terbaik,” ucapnya.

Pada rapat-rapat sebelumnya, Sani mengatakan, ia memberikan pendapat secara administrasi pemerintahan, termasuk juga memaparkan kondisi mutakhir Kota Batam yang masih terjerat beberapa persoalan klasik semisal rumah liar maupun pendatang yang tidak mengurus administrasi identitasnya.

“Saya harap, DKN nanti tidak hanya berpikir tentang ekonomi saja. Tapi juga bisa turut berperan dalam perbaikan kualitas sosial kehidupan masyarakat di Kota Batam,” pungkas Sani. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar