Ini Cerita Pak Buwas soal Sulitnya Menangkap Bupati Pemakai Narkoba

877
Pesona Indonesia
Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviandi di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta Timur, Senin (14/3). Foto: Ricardo/JPNN.Com
Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviandi di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta Timur, Senin (14/3).
Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan upaya ekstra untuk bisa membekuk Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviandi, Minggu (13/3) malam. Wazir yang bersembunyi di rumah ayahnya yang juga mantan bupati, Mawardi Yahya, bahkan sempat melakukan perlawanan.

Menurut Kepala BNN Komjen Budi Waseso, rumah di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Jaya, Gandus, Ogan Ilir tempat Wazir dijemput paksa memang dijaga ketat. “Sulitnya ditangkap karena selalu menggunakan sabu-sabu di rumahnya yang dijaga ketat, diawasi, diamankan oknum keamanan yang telah dibentuk yang bersangkutan,” katanya di markas BNN, Jakarta Timur, Senin (14/3).

Buwas -sapaan Budi Waseso- tak menuturkan, ada beberapa pejabat lain di rumah tempat Wazir ditangkap. Antara lain Wakil Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam dan anggota DPRD.

Namun, setelah diperiksa, Ilyas dan oknum DPRD itu untuk sementara dinyatakan tak terlibat. “Masih dalam pengembangan BNNP (BNN Provinsi Sumsel),” ujar Buwas.

Bekas kepala Bareskrim Polri itu menegaskan, Wazir cs tidak sekadar melawan. Sebab, perlawanan itu juga sebagai upaya menghilangkan barang bukti.

Petugas BNN yang tak mau gagal lantas mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. “Itu untuk memberikan peringatan kepada kelompok yang mengamankan yang bersangkutan (Wazir, red),” ungkapnya.

Tindakan tegas harus dilakukan karena pihak Wazir terus melakukan perlawanan. Menurut Buwas, perlawanan dilakukan karena Wazir merasa punya kekuasaan. “Tapi karena kejelian anggota, semua bisa diatasi,” kata Buwas.

Setelah tak ada perlawanan dari Wazir Cs, maka petugas BNN pun segera membekuknya. Saat diringkus, Wazir masih dalam pengaruh narkoba. Hanya saja, BNN kehilangan barang bukti. “Kemarin berdampak pada hilangnya barang bukti,” kata Buwas.

Kendati demikian, Buwas tak akan mendiamkan begitu saja pihak-pihak yang menghilangkan barang bukti.  “Kami akan tindak tegas,” ujarnya.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar