Jefri dan Raju Terancam Hukuman Mati

879
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Selundupkan 4,25 Kilogram narkotika jenis sabu, Tomas Jefarson Dosi alias Jefri dan Hilarius Toni alias Raju, terancam hukuman mati.

Sabu sebanyak itu ditaksi seharga Rp 8 miliar.

Ini kasus lama. Kedua terdakwa ditangkap di pelabuhan tikus di pantai Nongsa oleh polisi dari Dit Resnarkoba Polda Kepri, 8 November 2015 sekitar jam 00.10 WIB lalu.

Dalam sidang tersebut dua saksi penangkap yakni Raja Buntat Abbas serta Suharnoko mengatakan sabu ditemukan dalam tas Poly Pac warna biru yang dibawa Tomas.

“Tas sudah dijahit rapi dan dimodifikasi,” kata salah satu saksi penangkap, Raja, Senin (14/3) sore.

Terdakwa Tomas, mengaku sabu itu diselundupkan masuk ke Indonesia  atas perintah Suhut (buron) yang kini masih di Malaysia. Keduanya diimingi upah Rp25 juta jika berhasil sampai ke penerima di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu Tomas juga mendapat uang DP Rp 500 ribu.

“Katanya (Suhut, red) sedikit saja. Makanya saya berani,” ujar Tomas. Dia mengaku tahu bahwa isi tas tersebut merupakan sabu.

Sementara itu, terdakwa lainnya, Hilarius mengaku hanya diajak Tomas. “”Saya diajak, dan tak menyangka akhirnya akan seperti ini,” kata Hilarius.

Walau sekedar kurir, kedua terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan terancam hukuman mati, untuk itu kedua terdakwa akan mendapat pendampingan hukum (PH).

“Kamu tahu itu sabu, itu dilarang di Indonesia. Tapi kamu malah bawa ke Batam, kamu tetap salah dalam perbuatanmu,” tegas Ketua Majelis Hakim, Vera Yetti Simanjuntak didampingi dua Hakim Anggota lainnya.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dakwaan Primair, melanggar Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam dakwaan Subsidair, keduanya dijerat dalam Pasal 11 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu, masing-masing terdakwa juga dijerat dengan dakwaan Lebih Subsidair yakni melanggar Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selanjutnya persidangan akan digelar kembali Senin (28/3) dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam. (RPG)

Respon Anda?

komentar