Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Beratkan Warga

775
Pesona Indonesia
Warga mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan di kantor BPJS Kesehatan, Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Warga mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan di kantor BPJS Kesehatan, Batam Kota.
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan awal April mendatang. Mendapat kritikan dari warga. Pasalnya selama ini masih banyak pelayanan dinilai belum maksimal yang dirasakan oleh warga.

Besaran iuran Kelas I yang semula sebesar Rp 59.500, naik menjadi Rp 80 ribu. Iuran Kelas II yang semula sebesar Rp 42.500, naik menjadi Rp 51 ribu. Sementara itu, iuran Kelas III yang semula Rp 25.500, naik menjadi Rp 30 ribu.

Jimi Vernando, warga Tanjung Uncang, menolak adanya kenaikan iuran BPJS kesehatan. Kenaikan iuran tersebut dinilai cukup memberatkan bagi dirinya. “Kalau bisa dituruni, jangan dinaikan,” ujar Jimi, kepada Batam Pos (group batampos.co.id), Senin (14/3).

Dia mengatakan, jika seandainya pemerintah benar-benar menaikkan iuran BPJS Kesehatan, ia meminta pelayanan harus ditingkatkan. “Selama ini pelayanan kurang memuaskan,” kata Jimi.

Sementara itu, Ahmad Mulyadi, warga di Muka Kuning, mengatakan bagi dirinya tidak merasa keberatan jika iuran BPJS Kesehatan dinaikkan, asalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga terus meningkat. “Kalau naik segitu nggak apa, asal pelayaan bisa berubah,” ungkapnya.

Jika pelayanan masih saja tidak bagus, lebih baik iuran tidak usah dinaikkan. Dinilai membuat beban bagi masyarakat.”Itu sama saja memeras masyarakat,” kata Ahmad. (cr14)

Respon Anda?

komentar