Komplotan Pencuri Spesialis di Masjid Ditangkap, Melawan, Satu Ditembak

512
Pesona Indonesia
Enam tersangka komplotan pencuri digiring petugas di Mapolres Tanjungpinang, Senin (14/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Enam tersangka komplotan pencuri digiring petugas di Mapolres Tanjungpinang, Senin (14/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap dan menangkap enam orang pelaku tindak kejahatan berupa pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini meresahkan masyarakat Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan, mengatakan pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan pihaknya tersebut setelah mendapati laporan dari sejumlah masyarakat yang menjadi korban.

”Enam pelaku yang kami tangkap yakni, Apri Rio Syahputra (21), Ande Kurniawan (20), Puput Syah Hariyadi (19), Zakaria (34), Kerry Yulianto (33) dan Anto (35),” ujar Andri.

Dikatakan Andri, tindak kejahatan berupa curat yang dilakukan keenam orang tersebut modusnya melakukan pencurian di sejumlah masjid yang ada di Kota Tanjungpinang.

”Jadi pelaku ini masuk kedalam masjid dan mengambil barang milik korban yang diletakkan di belakang saf (barisan) pada saat korbannya sedang menjalankan ibadah,” kata Andri.

Dilanjutkan Andri, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka. Pencurian yang dilakukan para tersangka tersebut sudah dilakukan selama tiga bulan belakangan ini.

”Total keseluruhan Tempat Kejadian Perkara (TKP) nya ada tujuh. Semua lokasinya di sejumlah masjid yang ada di Tanjungpinang,” ucap Andri.

Disebutkan Andri, dari tangan para pelaku pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan para tersangka berupa 10 handpone berbagai merk, satu Laptop, sajam, tiga kitab suci Al Quran, satu tas sandang, dan jaket.

”Salah satu tersangka yakni Ande Kurniawan, terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan karena melawan dan mencoba melarikan diri saat akan ditangkap,” sebut Andri.

Akibat perbuatannya, terang Andri, para tersangka dijerat dengan pasal 363 Kuhpidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

”Nantinya kami juga akan berkordinasi dengan jaksa untuk memperberat hukuman para pelaku kejahatan ini,” pungkas Andri.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Kristian Siagian mengatakan pengungkapan kasus tersebut berkat kegigihan anggotanya di lapangan yang melakukan penyelidikan dari laporan yang diterima dari para korban.

”Pengungkapan ini berkat kerja keras Kasat Reskrim dan anggotanya yang tidak mau tinggal diam menyelidiki berdasarkan adanya laporan dari para korban,” ujar Krist sapaan akrab Kapolres saat ekspose di kantornya, Senin (14/3).(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar