Nyabu, Mendagri Siap Nonaktifkan Bupati Ogan Ilir

887
Pesona Indonesia
Bupati Ogan Ilir, Sumsel, saat diamankan BNN, Minggu (13/3/2016). Foto: sumeks/jpgrup
Bupati Ogan Ilir, Sumsel, saat diamankan BNN, Minggu (13/3/2016). Foto: sumeks/jpgrup

batampos.co.id -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat prihatin dengan adanya kepala daerah yang ditangkap BNN karena penyalahgunaan narkoba, yakni Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi. Ia langsung menelepon Mendagri Tjahjo Kumolo agar Tjahjo memastikan informasi itu.

“Iya, Bapak Presiden menelepon saya, ada diskresi yang harus dilakukan,” kata Tjahjo di Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Ia mengatakan sesuai arahan presiden, Tjahjo akan segera mengambil langkah untuk menonaktifkan Nofiadi, termasuk wakilnya jika juga terbukti menggunakan narkoba jenis sabu.

“Biro Hukum Kemendagri tengah berkoordinasi dengan BNN, termasuk meminta hasil tes urine dan memastikan apakah BNN menahan AW atau tidak,” ujarTjahjo.

Kedua hal tersebut, kata Mendagri, sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah yang dibutuhkan.

“Itu sebagai dasar untuk segera saya nonaktifkan. Tes urine juga wakil bupatinya. Kalau wabup bersih, nanti beliau yang menjadi plh (pelaksana harin bupati, red). Kalau positif ya sekdanya. Kami akan cepat. Ini sudah tidak benar,” ujar Tjahjo.

Selain itu, mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini juga mengatakan, telah meminta kepolisian dan KPU untuk mengecek hasil tes kesehatan AW saat maju sebagai calon bupati, beberapa waktu lalu.

“Kami minta polisi dan KPU cek hasil kesehatan, dokter siapa, di mana, kok sampai lolos. Saya juga sudah ditelepon pak Buwas (Kepala BNN Budi Waseso,red),” ujar Tjahjo.(gir/jpnn)

Respon Anda?

komentar