Pejalan Kaki Mengeluh, Trotoar Dijadikan Lapak Berjualan

712
Pesona Indonesia
Pengendara melintas di depan lapak-lapak pedagang kakilima di  Simpang Dam, Muka Kuning.
Pengendara melintas di depan lapak-lapak pedagang kakilima di Simpang Dam, Muka Kuning.

batampos.co.id – Keberadaan trotoar sebagai fasilitas umum bagi pejalan kaki, semakin hari semakin hilang fungsinya, pasalnya sebagian warga menggunakannya sebagai tempat berjualan.

Seperti trotoar yang ada di Simpang Dam, Muka Kuning. Meskipun ada papan larangan berjualan di tempat tersebut, namun belasan lapak pedagang yang ramai setiap sore tersebut masih tetap melakukan aktivitas berjualan.

“Kami setiap bulan bayar Rp 200 ribu kepada penjaga lapak,” ujar Deni, salah satu penjual di lokasi tersebut.

Selain membayar uang lapak, para pedagang tersebut juga diharuskan untuk membayar uang keamanan sebanyak Rp 300 ribu perbulannya.

“Setiap bulan harus bayar Rp 500 Ribu,” sebutnya.

Lelaki asal Padang ini mengaku, sebelumnya ia pernah berjualan di area belakang trotoar tersebut, namun ia dan pedagang lain terkena gusur, hingga beberapa bulan setelahnya ia kembali dan memilih berjualan lagi di atas trotoar.

“Karena suasananya sudah aman, ya kami kembali lagi,” ungkapnya.

Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id), beberapa pejalan kaki yang berlalu lalang di atas trotoar tersebut tampak menghindari pembeli dan pelayan toko yang sementara melakukan transaksi jual beli.

“Ya mesti pelan-pelan kalau jalan disini, banyak orang lalu lalang ditambah lagi banyak pedagang, susah jadinya kalau mau lewat,” keluh pejalan kaki, Wartina. (cr19)

Respon Anda?

komentar