Sudah Habiskan Anggaran Rp 5 Miliar, Pembangunan Pelabuhan Tak Beres-Beres

757
Pesona Indonesia
Kondisi Pelabuhan Pulau Laut, Natuna yang pengerjaannya belum selesai. foto:dok
Kondisi Pelabuhan Pulau Laut, Natuna yang pengerjaannya belum selesai. foto:dok

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri Tawarich menegaskan, pembangunan pelabuhan perintis di Kecamatan Pulau Laut, Natuna, perlu perhatian serius pemerintah pusat. Pasalnya kondisi pengerjaan jauh dari harapan,.

“Saya melihat, pembangunan baru selesai 20 persen. Pak Presiden tolong perhatikan pembangunan di pulau terluar ini (Pulau Laut,red),” kata Tawarich saat dihubungi, Senin (14/3).

Dikatakan Tawarich, hasil peninjauannya dilokasi pada tahun 2015 lalu tidak terdapat pembangunan lanjutan yang dilaksanakan pihak perusahaan. Hanya semacam pengadaan tiang pancang, tetapi tiang tidak dikerjakan pemancangan.

“Jadi tahun 2015, tiang dilempar ditengah laut. Hanya seperti pengadaan tiang pancang, bukan pengerjaan lanjutan. Sekarang kondisi tiangnya sudah kropos, karena direndam air laut,” sebut Tawarich.

Tawarich merinci, sebenarnya pembangunan pelabuhan perintis di Pulau Laut sudah berjalan sejak tahun 2013 lalu. Dilanjutkan tahun 2014 dan tahun 2015. Keseluruhannya sudah menelan anggaran APBN sebesar Rp 5 miliar. Ditahun 2016 pemerintah kembali mengucurkan anggaran sekitar Rp 21 miliar dari APBN.

“Memang sungguh disayangkan bila kita melihat kondisi fisik yang telah terbangun dengan jumlah keuangan yang telah dikeluarkan begitu besar, sangat sangatlah mengecewakan,” ungkap Tawarich.

Menurutnya, jika cara kerja pembangunan pelabuhan seperti ini, dikucurkan anggaran tambahan Rp 100 miliar pun tidak akan selesai. Sementara masyarakat Kecamatan Pulau Laut yang terletak di Laut China Selatan (Laut Natuna) berbatasan dengan beberapa negara tetangga sangat sangat mengharap sekali keberadaan pelabubuhan bisa difungsikan.

“Pelabuhan itu tidak hanya perlancar arus barang dan penumpang. Tapi bisa memperkuat pertahanan NKRI, kapal perang tentu bisa sandar sewaktu waktu,” ujar Tawarich. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar