Waspada, Kini Minyak Goreng Curah dan Gula Refinasi Dilarang Beredar

654
Pesona Indonesia
Minyak goreng curah dilarang beredar sejak akhir Maret mendatang. foto:net
Minyak goreng curah dilarang beredar sejak akhir Maret mendatang. foto:net

batampos.co.id – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM sudah mengirimkan surat edaran kepada pengusaha tentang pelarangan beredarnya minyak goreng curah, gula refinasi dan rokok tanpa cukai di Anambasyang berlaku sejak (27/3) mendatang. Hal ini dilakukan demi melindungi hak-hak konsumen dari barang-barang tersebut tidak sehat untuk dikonsumsi.

“Pemerintah memastikan implementasi dari Peraturan Menteri Perdagangan No.80/2014 mulai berlaku per 27 Maret 2016 mendatang. Kebijakan tersebut diberlakukan dengan tujuan supaya dapat mencegah berbagai penyakit yang timbul akibat menggunakan minyak goreng curah seperti kolesterol dan lain sebagainya yang membahayakan bagi kesehatan masyarakat,” ungkap Yoel Wijaya Kasi Perdagangan Disperindagkop dan UKM KKA, Senin (14/3)

Yoel juga menyampaikan pihaknya saat ini terus melakukan himbauan dan pantauan kepada pedagang yang menjual ayam beku di pasaran agar tidak mengeluar dan masukan ayam beku tersebut secara berulang-ulang dalam tempo yang lama. Ayam beku yang sudah dikeluarkan kemudian dibekukan kembali menjadi tidak sehat dan tidak aman bagi tubuh yang mengkonsumsinya.

“Ayam beku yang telah dicairkan aman untuk disimpan di kulkas selama 1-2 hari. Ayam beku yang dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.”jelasnya.

Ia mengimbau kepada pedagang khususnya pedagang ayam beku agar memasang papan bahwa tempat tersebut menjual ayam beku tapi ayam beku tersebut tidak usah dikeluarkan dulu dari freezer. “Ayam beku boleh dijual tapi tetap dalam freezer, jika ada pembeli baru dikeluarkan, jangan ayam tersebut diperlihatkan sehingga mencair, karena itu akan menjadi tidak sehat ketika ayam yang sudah cair itu dibekukan kembali,” jelasnya.

Pihaknya akan menekan pengusaha agar produk-produk yang dilarang tersebut tidak lagi dijual lagi dipasaran, jika ada pengusaha yang membandel tetap memperjualbelikan barang-barang tersebut, maka akan ditarik dari pasaran dan pedagangnya akan dikenai sanksi. “Kita akan pantau dilapangan jangan sampai pedagang menjual produk yang dilarang beredar,” tegasnya.

Pantauan dilapangan, sebelumnya dinas terkait juga sudah melakukan imbauan tetapi untuk pemantauan langsung ke lapangan belum ada.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar