BNN Awasi Jaringan Narkoba di Lapas dan TKI

659
Pesona Indonesia
Beberapa petugas BNNP Kepri sedang melaksanakan razia penyalahgunaan Narkoba kepada pengunjung beberapa tempat hiburan malam di Tanjung Pinang. BNN juga akan mengawasi Lapas dan TKI. Foto : dok. BNN Kepri.
Beberapa petugas BNNP Kepri sedang melaksanakan razia penyalahgunaan Narkoba kepada pengunjung beberapa tempat hiburan malam di Tanjung Pinang. BNN juga akan mengawasi Lapas dan TKI. Foto : dok. BNN Kepri.

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri. Perjanjian kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tanjungpinang, Selasa (15/3).

Kepala BNN Provinsi Kepri, Beni Setiawan mengatakan, perjanjian kerja sama tersebut terjalin atas dasar saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Pemko Tanjungpinang memberi bantuan sarana dan prasarana BNN yang minim. Sementara timbal baliknya BNN membantu pemberantasan peredaran narkoba,” ujar Beni di Kantor Bappeda Kota Tanjungpinang, Selasa (15/3).

Adapun sasaran yang selalu diawasi pihaknya adalah jaringan narkoba lapas dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Karena menurutnya, beberapa kasus temuan narkoba terjadi di dua lini tersebut.

“Tentu pengawasan juga melibatkan instansi lain seperti kepolisian, bea dan cukai serta TNI,” ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan pencegahan dengan menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah, kepada para pekerja dan di lingkungan masyarakat.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, MoU yang dilakukan bersifat administratif. Tapi memiliki fungsi teknis, yaitu antisipasi peredaran Narkoba di Kota Tanjungpinang.

“Untuk pencegahan bisa dilakukan pembinaan dan juga tes urine bagi pelajar pegawai,” ujar Lis.

Berbagai pihak juga dikatakan Lis harus ikut berpartisipasi dalam pencegahan ini. Salah satunya Pelindo Tanjungpinang. Partisipasi yang dimaksud Lis adalah penyediaan sarana dan prasarana pelabuhan yang memadai .

“Alat pemeriksaan dilengkapi seperti yang ada di Bandara,” tururnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar