Dukung Program 100 Hari Kerja, Bupati Lingga Tunjuk 5 Staf Ahli

926
Pesona Indonesia
Kegiatan sosialisasi, evaluasi, dan pengawasan realisasi anggaran Kabupaten Lingga dan program 100 hari kerja Awe Nizar di Balai Agung Junjungan Negri. foto:hasbi/batampos
Kegiatan sosialisasi, evaluasi, dan pengawasan realisasi anggaran Kabupaten Lingga dan program 100 hari kerja Awe Nizar di Balai Agung Junjungan Negri. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Menuju 100 hari kerjanya yang baru berjalan 1 bulan, Bupati dan Wabup Lingga H Alias Wello dan M Nizar menggelar kegiatan sosialisasi evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran Kabupaten Lingga tahun 2016. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lingga juga memperkenalkan 5 orang staf ahli untuk membantu banyaknya pekerjaan rumah di Bunda Tanah Melayu (BTM).

Bertempat di Balai Agung Junjungan Negri tempat kegiatan berlangsung yang dimulai pukul 20.00 WIB malam, hadir seluruh jajaran pemkab Lingga baik FKPD, SKPD, camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Lingga. Kegiatan yang berlangsung santai tersebut, Awe mengajak seluruh jajarannya untuk bekerjasama mewujudkan visi misinya menjadikan Lingga terbilang.

Awe pun menunjuk 5 staf ahli untuk menata ulang struktur pemerintahan yang lebih baik. “Ini untuk meningkatkan kinerja, bukan meneruskan tradisi. Kita telah mengangkat 5 orang staf khusus,” tutur Awe, Senin (14//3) malam.

Ke 5 staf ahli tersebut adalah, H Saptono Mustakim Bidang Promosi dan Investasi Daerah yang sudah tidak asing di Lingga. Ia adalah mantan wabup periode pertama Kabupaten Lingga. Sementara Bidang Hukum dan Pemerintahan Rudi Purwonegroho yang juga mantan anggota DPRD Lingga. Staf khusus Bidang Pendidikan dan Kesehatan H Said Abdul Hamid. Sementara staf khusus Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Rakyat, Mustazar SAg putra asli Senayang dan staf khusus Bidang Sosial Budaya dan Kelembagaan Adat Said Barakbah.

“Setiap staf ahli punya bidang khususnya masing-masing agar lebih fokus. Kita harapkan semua dapat bekerjasama. Termasuk staf khusus bidang Sosial Budaya dan Kelembagaan Adat, agar kedepan dapat bekerjasama dengan LAM bagaimana nanti adanya pengakuan budaya melayu dari pemerintah pusat dan mendapat hak-hak istimewa seperti halnya kesultanan Yogyakarta di Bunda Tanah Melayu ini,” tegas Awe.

Selain memperkenalkan 5 staf ahli, dalam kesempatan yang sama Awe kembali menegaskan program 100 hari kerjanya tidak akan ada perombakan besar-besaran. Namun, lebih menuntut kepada FKPD dan SKPD yang ada menunjukkan prestasinya dan bekerja sepenuh hati. Sejauh ini, sejumlah dinas diapresiasi Awe telah menunjukkan progres yang cukup baik.

“Saya tegaskan, tak ada pergeseran jabatan. Ini PR besar kita bersama. 100 hari kerja nanti kita akan buatkan slideshow agar masyarakat bisa melihat langsung hasil yang kita kerjakan. Kita perbaiki sama-sama data yang lamban progresnya karena ini keluhan dari BPK. Tahun ini kita harus dapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Tunjukkan prestasinya, siapapun dia kita pakai”,” tutur Awe.

Selain itu, sejumlah program-program strartegis juga disampaikan Awe. Diantaranya program Gerakan Menanam pada 1 April mendatang yang melibatkan seluruh ASN kabupaten Lingga, kegiatan peduli pendidikan serta isu pengeluaran izin usaha pertambahangan (IUP) yang semakin santer agar segera diselesaikan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar