Gubernur Ganteng Menggebrak, 20 Honorer Dipecat, 21 PNS Disanksi

1345
Pesona Indonesia
Zumi Zola saat dilantik menjadi Gubernur Jambi oleh Presiden Jokowi di Istana, beberapa waktu lalu. Foto: Biro Pers Istana/dok.JPNN
Zumi Zola saat dilantik menjadi Gubernur Jambi oleh Presiden Jokowi di Istana, beberapa waktu lalu. Foto: Biro Pers Istana/dok.JPNN

batampos.co.id -Menjadi kepala daerah di usia muda, apalagi dengan laterbelakang artis, memunculkan keraguan di masyarakat. Tak bisa bekerja dan tidak tegas jadi “gelar” baru  bagi sang kepala daerah itu.

Namun Gubernur Jambi, Zumi Zola membuktikan kalau ia bisa bekerja. Baru satu bulan dilantik, gubernur yang pernah jadi artis ini sudah melakukan gebrakan ke internal. Ia memecat 20 honorer bandel dan memerintahkan diberi sanksi 21 PNS diberi sanksi tegas.

Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Fauzi Syam membenarkan hal itu.  SK pemberhentian 20 tenaga honorer di Dispenda telah dikeluarkan.

Kadispenda telah menyampaikan kepada dirinya bahwa keputusan mengeluarka  SK merupakan tindak lanjut  perintah Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli.

“Tadi saya mengkonfirmasi melalui telephon ke Kadispenda, beliau menyatakan telah memberhentikan tenaga kontrak yang ada di Samsat sesuai dengan arahan Gubernur Jambi,” kata Fauzi Syam.

Sesuai arahan gubernur ganteng itu, 21 PNS di Samsat juga dijatuhkan sanksi atas kesalahan yang telah dilakukan.

“Sanksi pasti kita berikan, karena ini arahan Gubernur Jambi. Kita lihat data kebelakang yang mereka miliki. Baru kita berikan sanksi yang tepat sesuai dengan tingkat kesalahannya,” ujarnya.

Fauzi menyebutkan, jumlah honorer di Samsat ada 36 orang. Dipecat 20 orang, kini, tinggal 16 orang. Sementara PNS 35 orang.

“Jika memang kurang nanti kita sampaikan surat minta bantuan tenaga yang memang dibutuhkan,” katanya.

Pemecatan 20 honorer dan sanksi untuk 21 PNS di Samsat setempat, merupakan buntut sidak Zumi Zola Zulkifli ke Kantor Samsat Jelutung Kota Jambi pada 11 Maret lalu.

Saat itu, gubernur menemukan fakta banyak pegawai tidak ngantor. Bahkan, dia menemukan ada seorang pegawai Samsat yang melakukan pungutan liar kepada masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan. Gubernur langsung marah.

“Saya sangat kecewa sekali. Honorer saya pecat semua!. Kalau tidak sanggup bekerja PNS-nya lebih baik mundur,” tegas Zola sambil berbicara di depan sejumlah pimpinan Samsat. (fth/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar