Kini Ayah Sani Punya 10 Staf Khusus, Cek Siapa Saja di Sini….

2166
Pesona Indonesia
 Andi Anhar Chalid, salah satu staf ahli Gubernur yang dilantik, kemarin.
Andi Anhar Chalid, salah satu staf ahli Gubernur yang dilantik, kemarin.

batampos.co.id – Tugas Gubernur Provinsi Kepri Muhammad Sani dalam bekerja lima tahun ke depan bakal semakin mudah. Pasalnya, Selasa (15/3) kemarin di Gedung Daerah Tanjungpinang, Gubernur Sani melantik secara resmi sepuluh orang sebagai staf khusus yang bakal bertugas selama setahun ke depan.

Sepuluh staf khusus yang sudah dilantik itu adalah Belius Hasibuan, Dermawan Purban, Marsetyo, Herizal Hood, Riny Fitrianti, Yanto, Andi Anhar Chalid, Ahars Sulaiman, Saidul Khudri, dan Jemmy Rumengan.

Kendati sudah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Gubernur Sani menerangkan, sepuluh staf khususnya belum mendapat tugas lebih rinci sesuai kemampuannya masing-masing. “Nanti akan ada masanya untuk pembahasan tugasnya lebih spesifik. Sekarang, mereka kerja secara umum dulu,” ujar gubernur dua periode ini, ditemui usai pelantikan staf khusus.

Pengangkatan staf khusus, terang Sani, sudah diatur dalam undang-undang. Bahwasanya pemerintah berhak mengangkat profesional non birokrat sebagai staf khusus. Jumlahnya pun diatur, yakni dua kali dari staf ahli. Saat ini ada lima staf ahli di lingkungan Pemprov Kepri, sehingga ada sepuluh staf khusus yang boleh dilantik. Tidak ada uji kelayakan dan kepatutan yang dijalani.

“Semuanya murni dari keputusan gubernur. Nanti kalau pakai fit and proper test malah menyalahi pula,” ungkap Sani.

Karena ini muncul murni dari hak prerogratif gubernur, timbul stigma yang menyebutkan bahwa ada upaya balas budi Sani kepada pihak-pihak yang sudah membantunya pada prosesi pemilihan kepala daerah akhir tahun lalu. Menanggapi itu, Sani hanya tersenyum. “Bukan tentang politik. Ini memang perlu. Karena pendapat dan masukan mereka itu bagus-bagus untuk mendukung pembangunan Kepri,” kata Sani.

Staf khusus yang ditunjuk Sani memiliki latar belakang beragam. Sani mengungkapkan, ada yang mantan anggota legislatif, pakar pendidikan, mantan KSAL, hingga tokoh masyarakat. Ada alasan di balik pemilihan ini. “Karena nanti mereka bakal lebih banyak berhubungan langsung dengan masyarakat,” jelasnya.

Seluruh staf khusus ini, sambung Sani, bakal mendapatkan fasilitas sebagaimana yang diperlukan. Semisal biaya kendaraan dinas selama satu tahun masa kerja. “Honor sudah pasti,” tegasnya.

Salah satu staf khusus yang berhasil ditemui Batam Pos adalah Andi Anhar Chalid. Mantan anggota legislatif ini menuturkan tidak pernah menyangka bakal ditunjuk sebagai satu dari sepuluh staf khusus pilihan Sani. Pasalnya, sudah dari jauh-jaruh hari Anhar mengutarakan kepada Sani, tidak menghendaki jabatan ini. “Karena itu saya pernah di-SMS untuk kirim curiculum vitae, tapi saya tidak pernah kirim,” ungkapnya.

Namun, soal SK yang pada akhirnya tetap diberikan kemarin, Anhar menjelaskan, pada mulanya ia hanya menerima undangan perihal rapat bersama di Gedung Daerah Tanjungpinang. “Tiba-tiba kaget, rupanya nama saya tetap masuk sebagai staf khusus,” tuturnya.

Seperti dalam film The Godfather, Sani menawarkan pilihan yang tidak bisa ditolak Anhar. “Kalau memang tenaga dan pemikiran saya masih dibutuhkan buat pembangunan Kepri, kenapa tidak,” ujarnya.

Hanya saja, bila pengangkatannya dianggap sebagai balas budi politik karena telah membantu Sani, Anhar menolaknya. Menurutnya, dukungannya kepada Sani murni atas pilihan politiknya dan bukan karena iming-iming jabatan suatu apa pun itu. “Itu karena saya merasa punya tanggung jawab untuk mendukung Pak Sani. Itu saja,” ungkapnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar