Narapidana Kasus Narkoba Belum Berhasil Ditangkap, Kemenkumham Sibuk Periksa MN

704
Pesona Indonesia
Foto Errius yang kabur setelah mengelabui petugas lapas. foto:ist
Foto Errius yang kabur setelah mengelabui petugas lapas. foto:ist

batampos.co.id – Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kepri, Rinto Gunawan mengatakan tim penyelidik dari Kanwil Kemenkumham masih melakukan pemeriksaan terhadap Pegawai Lapas Narkoba Kelas II Tanjungpinang, MN yang membuat narapidana kasus narkoba, Errius bin Yusril berhasil kabur dari selnya di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Minggu (6/3) lalu. Sedangkan untuk tugas pencarian keberadaan narapidana yang merupakan bandar besar narkoba ini dilaksanakan oleh kepolisian baik dari Polres Tanjungpinang dan Polres Bintan.

“Tim penyelidik dari Kanwil Kemenkumham lagi sibuk periksa MN (pegawai lapas). Selain itu juga memeriksa istri narapidana yang kabur tersebut. Untuk pencarian keberadaan narapidana itu kita serahkan ke kepolisian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/3).

Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyelidik dari Kanwil Kemenkumham Kepri ini belum menemukan titik terang. Bahkan penyebab kaburnya narapidana kasus narkoba inipun masih ditemukan kejanggalan. Pasalnya pengakuan antara pegawai lapas yang membawa narapidana dengan istri narapidana tersebut bertolak belakang. Sehingga tim penyelidik harus bekerja ekstra keras untuk mengungkap kebenarannya.

Karena kesibukan untuk mengungkap modus kaburnya narapidana ini lanjutnya Kanwil Kemenkumham Kepri belum bisa fokus terhadap pencarian keberadaan narapidana tersebut. Sehingga untuk pencariannya diserahkan ke pihak kepolisian, namun hingga saat ini narapidana tersebut belum ditemukan.

“Narapidana yang kabur dikabarkan masih berada di Tanjungpinang. Jadi kita minta Polres Tanjungpinang untuk membekuk narapidana tersebut,” katanya.

Kapolres Bintan, AKBP Cornelius Wisnu Adji Pamungkas mengatakan sudah mengerahkan personilnya untuk terus berjaga-jaga di wilayah pos masing-masing dan juga melakukan patroli keliling di seluruh Kawasan Kabupaten Bintan.

“Hal ini kita lakukan sejak awal 2016 lalu. Jadi kegiatan ini tidak sekedar mencari keberadaan narapidana yang dikabarkan kabur melainkan antisipasi tindakan kriminalitas lainnya,” katanya.

Sementara Kepala Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Sudirwan ketika dihubungi ponselnya tidak diangkat. Bahkan pesan singkat yang dilayangkan tak dibalasnya.

Diberitakan sebelumnya, narapidana kasus narkoba, Errius bin Yusril, berhasil melarikan diri alias kabur dari Lapas Narkoba Kelas II A Tanjungpinang di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Minggu (6/3). Kaburnya tahanan ini, diduga adanya unsur kesengajaan dari pegawai lapas, MN yang telah menerima uang sebesar Rp 5 juta dari tahanan tersebut.

Dari Informasi yang didapat, tahanan asal Tanjungpinang ini ditetapkan sebagai tersangka bandar narkoba pada 2014 lalu oleh pihak kepolisian. Kemudian dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, tersangka terbukti bersalah dan divonis dengan sanksi hukuman enam tahun kurungan penjara. Namun baru dua tahun masa tahanan dijalankan pelaku di Lapas Narkoba Kelas II A Tanjungpinang, dikabarkan pelaku tersebut bisa kabur dari selnya karena memberikan uang kepada pegawai lapas.

Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kepri, Rinto Gunawan mengatakan dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan tim dari Kanwil Kemenkumham dari pengakuan MN bahwa narapidana itu meminta agar diberikan izin menjenguk istrinya yang lagi sakit dan sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Batu 8, Tanjungpinang.

Atas dasar unsur kemanusiaan, lanjutnya MN akhirnya mengabulkan permintaan Errius. Dengan menumpangi mobil tahanan, MN mengantarkannya ke RSUP Kepri. Setibanya di RSUP Kepri, MN mengantarkan dan mengawal Errius hingga ke ruangan tempat istrinya dirawat. Melihat kondisi di ruangan tersebut sepi, Errius mulai beraksi mengelabui MN dengan berpura-pura buang air kecil ke belakang. Karena terhanyut dengan suasana serta tak merasa curiga dengan gelagat Errius, MN mengizinkannya hingga beberapa menit kemudian didapati Errius sudah tidak berada di tempat bahkan menghilang dari kawasan RSUP Kepri tersebut.

“Mungkin ini kelalaian MN yang dengan mudahnya percaya dan mengizinkan Errius permisi ke toilet. Tapi kita tidak mudah mempercayai pengakuan dari MN. Kita tetap mencari tau apakah Errius ini kabur saat izin ke toilet atau loncat dari mobil yang ditumpanginya,” jelasnya.

Saat ini tim penyelidik sedang mensinkronkan pernyataan dari MN dengan pernyataan dari istri tersangka. Karena dari info penyelidikan yang didapatinya, Errius berhasil kabur di Kawasan Batu 8, Tanjungpinang. Namun belum diketahui kronologis pastinya Errius kabur baik dengan cara lompat dari mobil atau mengelabui MN dengan modus ke toilet. Kemudian juga tim penyelidik sedang mengorek informasi dari istri tersangka untuk mencari tahu keberadaan Errius. Karena dari informasi yang berkembang, Errius masih bersembunyi di Tanjungpinang.

“Pengakuan inilah yang akan kita sinkronkan. Jika terbukti MN lalai, maka akan diganjar hukuman disipliner. Namun jika terbukti benar menerima uang Rp 5 juta. Maka MN akan dipecat dan kasusnya akan diserahkan ke polisi. Sedangkan terkait kaburnya Errius, Kanwil, Lapas dan Polres Tanjungpinang serta Bintan masih melakukan pencarian,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar