Pak Gubernur Ganteng, Saya Di Dipungli, Pegawai Samsat Langsung Dipecat

1199
Pesona Indonesia
Gubernur Jambi H Zumi Zola mengecek daftar hadir pegawai saat sidak di Kantor Samsat Jelutung Kota Jambi, Jumat, (11/3/2016). FOTO: FATHUL MUBARAK/JAMBI EKSPRES
Gubernur Jambi H Zumi Zola mengecek daftar hadir pegawai saat sidak di Kantor Samsat Jelutung Kota Jambi, Jumat, (11/3/2016).
FOTO: FATHUL MUBARAK/JAMBI EKSPRES

batampos.co.id – Gebrakan Gubernur Jambi Zumi Zola yang memecat 20 pegawai honorer Samsat dan memberi sanksi 21 PNS menuai pujian dari masyarakat. Ini cerita lengkapnya:

Jarum jam baru menunjukkan pukul 08.00 WIB, Jumat (11/3/2016) Zumi Zola meluncur ke Kantor Samsat Jelutung, Kota Jambi. Tak ada pejabat di Samsat tahu kalau Zumi pagi itu mau berkunjung. Zumi memang merahasiakan karena tidak ada gunanya inspeksi mendadak (sidak) jika diberitahukan lebih awal.

Tiba di kantor Samsat Zumi langsung menuju konter pelayanan. Sejumlah pegawai Samsat yang melihat sosok pria ganteng itu yang tak lain adalah orang nomor satu di Provinsi Jambi, langsung kocar kacir. Jarum jam saat itu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB.

Melihat hal itu, Zumi makin curiga kalau ada yang tak beres. Ia langsung meminta daftar pegawai dan mengabsennya satu per satu. Alangkah terkejutnya sang gubernur ganteng saat menyebut puluhan nama ternyata belum ngantor.

Wajah gentengnya memerah. “Bagaimana mau mencapai target kalau melayani masyarakat saja seperti ini,” ujar  Zumi Zola di hadapan pegawai Samsat.

Pria yang sebelumnya menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur itu langsung memberi lingkaran pada daftar pegawai yang tak hadir, baik honorer maupun PNS.

Emosi pria yang pernah menjadi pemeran sejumlah film ini meledak ketika seorang wanita yang sedang mengurus pajak kendaraan menemuinya di sela-sela sidak. Sang wanita menangis di depan Zumi.

“Pak gubernur saya dipungli, dimintai Rp 500 ribu,” ujar wanita tadi sambil terisak.

Zumi  langsung melabrak sang pegawai. Namun pegawai tersebut membantah melakukan pungli. Ia mengaku hanya meminta uang Rp 200 ribu sesuai besaran pajak yang harus dibayarkan. Namun sang wanita memastikan kalau ia dipungli.

Zumi pun murka. “Saya sangat kecewa. Honorer saya pecat semua! Kalau tidak sanggup bekerja, PNS-nya juga lebih baik mundur,” tegas Zola di depan pimpinan Samsat Jambi.

Tak hanya disitu saja, Zumi juga mengkritik tidak adanya SOP yang terpajang di kantor Samsat tersebut. Ia mengultimatum Kepala Samsat Kota Jambi, Muhammad Rum untuk bertanggungjawab.

Selain karena pelayanan yang sarat pungli dan tak punya SOP, Zumi kian marah karena PAD Samsat Jambi 2015 tak mencapai target, sementara jumlah kendaraan di Jambi terus bertambah.

Hal ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga membuat Zumi terjun langsung mengecek ada apa di Samsat tersebut.

“Kita bisa lihat saat ini jalan di Kota Jambi sudah mulai macet. Itu pertanda bahwa jumlah kendaraan mulai meningkat, tapi kenapa PAD tidak mencapai target,” kata Zumi.

Buntut dari sidak itu, tanggal 15 Maret 2016, keluar SK pemecatan terhadap 20 honorer dan 21 PNS kena sanksi. SK pemecatan 20 tenaga honorer itu sudah dikeluarkan Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) Provinsi Jambi atas arahan gubernur.

“Saya ikhlas dan terima apapun risikonya ke depan. Pimpinan (gubernur) sudah memberikan informasi yang benar. Kalau pimpinan mengaku tidak memenuhi keinginanya maka sesuai ketentuan kita harus terima,” kata Kepala Samsat Kota Jambi, Muhammad Rum.

Di Samsat Jambi aktivitas calo memang masih tinggi. Zumi ingin pengurusan dokumen apapun di Pemda Jambi bebas calo dan tidak berbelit-belit. (nur/jpgrup)

Respon Anda?

komentar