Pasangan Calon Pengantin Tewas Saat Foto Prewedding

1774
Pesona Indonesia
Air Terjun Tansaran Bidin, Aceh. Foto: istimewa
Air Terjun Tansaran Bidin, Aceh. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pasangan calon pengantin, Irmayati (23) dan Ari Irawandi (27) tewas saat sesi foto prewedding di Air Terjun Tansaran Bidin, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (15/3/2016).

“Saat berjalan di bebatuan mencari lokasi pemotretan, mereka terjatuh karena pijakan batu licin,” ujar Kapolsek Bandar AKP Darmawi Hasibuan, kepada wartawan, Rabu (16/3/2016).

Kapolsek menceritakan, peristiwa naas ini bermula saat pasangan calon pengantin ini memutuskan untuk melakukan sesi pemotretan prewedding di lokasi air terjun itu.

Calon pengantin perempuan yang merupakan warga Kampung Balohan, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, setuju saat calon suaminya yang merupakan warga Karang Jadi, Timang Gajah, Aceh, memilih lokasi tersebut.

Pada Selasa (15/3/2016), pasangan ini pun menuju lokasi air terjun. Keduanya ditemani Erik dan Krisna. Keduanya adik Ari.

Nah, saat sampai di lokasi, mereka melalui bebatuan yang licin untuk mendapatkan latarbelakang air terjun yang pas.

Namun naas, calon pengantin pria tiba-tiba terjatuh karena batu yang ia pijak licin. Adiknya, Krisna, mencoba membantu sang kakak dengan memegang erat tangan Ari. Namun arus deras membuat pegangan mereka terlepas.

Erik dan Krisna kemudian meminta bantuan pengunjung air terjun lainnya. Mereka meninggalkan calon penganti perempuan Irmawati di lokasi sendirian. Saat bertemu dengan warga Erik dan Krisna baru sadar meninggalkan calon kakak ipar mereka di lokasi. Saat mereka melihat ke lokasi, sang calon kakak ipar (calon pengantin wanita), juga sudah tak ada di lokasi.

Ternyata calon pengantin perempuan itu juga terpeleset saat Erik dan Krisna sibuk mencari Ari yang terseret arus.

Pencarian pun diarahkan pada pasangan calon pengantin ini. Hasilnya, calon pengantin perempuan, Irmayati, ditemukan terjepit di antara bebatuan air terjun dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara hingga matahari tenggelam, Ari tak kunjung ditemukan. Kapolsek kemudian meminta bantuan dari berbagai kalangan untuk melakukan pencarian.

Pencarian Ari memang sulit karena lokasi kejadian terpaut cukup jauh dari permukiman. Bahkan, tidak ada sinyal untuk berkomunikasi.

Sekadar gambaran, Kabupaten Bener Meriah masuk ke dalam wilayah kerja Koordinator Pos SAR Meulaboh.

Koordinator Pos SAR Meulaboh, Rahmat Kenedi, mengatakan tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian, TNI, dan pihak terkait bergerak ke lokasi sejak, Rabu (17/3/2016) pagi tadi.

Hingga berita ini ditulis, Ari belum juga ditemukan. (nur/rakyat aceh/jpgrup)

Respon Anda?

komentar