Tempat Karaoke Six-Six Boom di Perumahan Taman Cipta Menuai Protes

997
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Ketenangan warga perumahan Taman Cipta di Tanjung Uncang, Batu Aji terusik selama sepekan ini. Pasalnya ruko di bagian depan perumahan warga itu kini sudah beroperasi sebuah lokasi karaoke Six-Six Boom. Suara bising dari lokasi karaoke di dekat pemukiman warga itu mengeluarkan suara bising dan beroperasi hingga larut malam.

Aksi protes warga ini disampaikan oleh perangkat RT/RW setempat yang mengaku sudah banyak menuai komplain dari masyarakat. “Berdiri tanpa pemberitahuan, warga malah nuduh kami (perangkat RT/RW) yang ambil kebijakan sepihak dengan berdirinya karaoke itu,” ujar Ketua RW 11 kelurahan Tanjung Uncang, Robi kepada wartawan, kemarin (15/3).

Keluhan warga umumnya, kata Robi, karena kebisingan yang dirasakan warga akibat operasionalnya tempat karaoke tersebut. Selain itu warga juga kuatir keberadaan karaoke di lingkungan perumahan bisa berdampak buruk bagi anak-anak setempat.

“Warga minta karaoke itu ditutup, karena dianggap sudah tidak wajar. Banyak pekerjanya yang berpakaian tidak senonoh, bisa merusak anak-anak perumahan,” ujar Robi.

Senada disampaikan ketua RT04/RW11, Azirman mengaku sudah menyampiakan komplain warga ke pihak pengelolah karaoke namun, pengurus karaoke tak mengindahkan keluhan warga dan bersikeras tetap mengoperasikan lokasi karaoke tersebut.

“Sudah kami komplain, tapi pengurusnya tetap ngotot buka. Izin domisili karaokenya tidak ada itu,” kata Azirman.

Komplain itu tidak saja disampaikan ke pihak pengelola, tapi juga ke pihak kepolisian Batu Aji.

Kanit Binmas Polsek Batu Aji, Iptu Syahirman mengatakan, polisi akan segera mendatangi lokasi karaoke itu dalam operasi Bina Kusuma Seligi yang gencar dilakukan polisi saat ini. “Sudah ada komplain memang nanti akan kami cek, karena masih banyak yang belum kami cek,” ujar Syahirman.

Sementara pihak manajemen Six-Six Boom karaoke saat dikonfirmasi belum berhasil ditemui. Wartawan yang mencoba datangi ke lokasi tak menemui satupun penjaga di sana.

Warga di sekitar lokasi karaoke memang membenarkan operasional karaoke tersebut sangat mengganggu. Meskipun buka di malam hari, namun operasionalnya hingga tengah malam sehingga mengganggu ketenangan warga.

“Pemiliknya bukan orang sini, kalau siang memang tutup digembok, malam baru buka,” ujar Efendi warga yang ditemui di ruko samping lokasi karaoke itu. (eja)

Respon Anda?

komentar